Cluster Sekolah Menjadi Kewaspadaan Warga Ngawi, Bertambah Capai Puluhan

0
91

BAHANAFM,NGAWI – Virus Corona menjadi kewaspadaan bagi warga Ngawi pasalnya, dengan bertambahnya SDN Karangasri akan menjadi kajian diteruskan atau tidak Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Surarto Kepala UPT Labkesda mengaku sejak kemarin pihaknya mengirimkan specimen dibawah 30 ke BBTKLP. Hal ini bukan karena alasan Ngawi tidak bisa melakukan pemeriksaan secara mandiri, akan tetapi kecurigaan mengarah ke Covid -19 dengan varian baru yakni Omicron.

“ Kemarin 10 sampel, hari ini 25 sampel”ungkap Sutarto. Jumat(28/01/2022)

Penyebaran Covid-19 dikabupaten Ngawi menjadi perhatian tersendiri pasalnya penyebaran saat sekarang  terjadi di lembaga sekolah dengan anak didik menjadi pasiennya. Pasca munculnya Covid -19 di SMPN 5 Ngawi dinas pendidikan berkalaborasi dengan dinas kesehatan melakukan tracing dari kontak erat. Dengan hasil test PCR  yang cukup mengejutkkan, 30 orang dinyatakan positif Covid -19.

“Dengan penambahan  30 orang, terdiri dari  22 siswa dan 4 guru  plus 4 orang lainnya dari keluarga yang kontak erat. Jumlah keseluruhan jadi ada 32 orang,” ujar Yudono kepala dinas kesehatan Kabupaten Ngawi.

Guna mencegah penyebaran Covid-19 para pasien diminta untuk isolasi mandiri dengan diberikan pengawasan ketat dari pihak puskesmas dari pola kesehatan serta pemberian vitamin.

“ Pasien yang terjangkiti adalah mereka yang tidak memiliki gejala,” tambahnya.

Dari kontak erat keluarga ada salah satu pasien positif  yang bersekolah di SDN Karangasri sehingga hari ini(29/01/2022) 13 siswa dan guru pengajar dilakukan test usap.

“Dikarenakan adanya yang positif  SDN Karangasri diberlakukan sama dengan SMPN 5 Ngawi yakni rekomendasi penghentian PTM selama 14 hari,”tegas Kadinkes Ngawi. (ard)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini