Mengaku Petinggi TNI, Tuna Wisma di Ngawi Kabur Saat Dijemput Petugas

0
125

BAHANAFM,NGAWI – Pengembalian Suswono kepada pihak keluarga nampaknya menemui jalan buntu, seorang tuna wisma Pria paruh baya yang tinggal di gubug terpal pinggir jalan raya Ngawi – Maospati itu sempat viral di media sosial mengaku memiliki soudara di Ngawi.

Saat hendak dipulangkan ke rumah keluarga oleh petugas dari Dinas Sosial dan Satpol-PP Kabupaten Ngawi, Suswono malah kabur mengabaikan ajakan para petugas. Aksi kejar-kejaran pun terjadi di area perkebunan pisang hingga persawahan milik warga.

Setelah aksi kejar-kejaran itu, Suswono akhirnya dapat ditenangkan oleh petugas. Pihak keluarganya juga ikut datang menjemput dan bernegosiasi dengan yang bersangkutan. Halusinasi tentang perang sempat terungkap kepada petugas dinsos, sehingga saat didatangi kerumunan orang Suswono akan terjadi baku tembak.

“Kami datang bersama petugas dan keluarga yang bersangkutan, Suswono pergi dengan membawa pakaian,”ungkap petugas dinsos.

Sementara Kasi Rehabilitasi Sosial dan Tuna Sosial, Dinas Sosial Kabupaten Ngawi, Yan Susanto mengatakan, dari pengamatan petugas, ada kemungkinan Suswono mengidap gangguan jiwa. Hal ini diketahui Suswono tidak fokus saat diajak wawancara dan mengesankan sebagai tentara perjuangan.

“Dugaan kami ada gangguan kejiwaan padanya, ketakutan yang berlebihan dan tidak bisa menerima kehadiran orang salah satunya”ungkap Yan Susanto, Kamis (3/2/2022).

Ditambahkan oleh Yan, meskipun ada kemungkinan gangguan kejiwaan, Suswono disebutnya cenderung tenang. Hanya saja, yang bersangkutan berhalusinasi saat negosiasi dengan petugas.

“Dia berhalusinasi menjadi tentara. Itu yang bikin agak repot. Kedatangan kita seolah-olah akan menyerang. Setelah ada keluarganya baru enak diajak komunikasi,”tambahnya.

Setelahnya Suswono akan dikembalikan kepada keluarganya di Ngawi. Namun juga tidak menutup kemungkinan, Suswono akan dirujuk di rumah sakit jiwa untuk perawatan.

“Kita serahkan kepada pihak keluarga, karena yang bersangkutan memiliki saudara di Ngawi,”tegasnya.

Sementara itu, Rina warga Ketanggi, Kecamatan/Kabupaten Ngawi, salah satu keluarga yang bersangkutan, menjelaskan bahwa Suswono memang sering berpindah-pindah tempat tinggal. Sebelum tinggal di gubug terpal, Suswono sempat menetap di Depok dan Jakarta bersama keluarganya.

“Memang sering berpindah-pindah tempat tinggal, pak Suswono ini adik ibu saya, dan nanti akan kami rawat di rumah,” paparnya terkait tuna wisma yang tinggal di gubug terpal pinggir jalan raya Ngawi-Maospati.

Ditambahkan oleh Rina baru mengetahui kerabatnya Suswono berada di Ngawi, setelah beberapa tahun lalu singgah ke rumahnya yang kemudian melanjutkan pergi ke Jakarta kembali.

“Pernah kerumah saya tapi sudah lama sekali, dan saya baru tahu pamannya ini tinggal di terpal pinggir jalan,”tegasnya. (ard)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini