Logo Hari Jadi Ngawi 664, Dimaknai Peningkatan Kesejahteraan Pasca Pandemi

0
214
Logo Hari Jadi Ngawi
Logo-logo yang berada angka 664 mempunyai makna peningkatan kesejahteraan pasca pandemi Covid-19

Bahana_Ngawi – Pemerintah Kabupaten Ngawi telah resmi menetapkan Logo dan tema peringatan hari jadi Kabupaten Ngawi ke-664 tahun mengandung makna peningkatan kesejahteraan pasca pandemi. Penetapan logo dengan penuh makna sebagai hasil buah pikiran Bupati, yang dituangkan oleh Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Kabupaten Ngawi.

Pada peringatan hari jadi Kabupaten Ngawi ke 664 tahun membawa tagline ‘Ngawi Bergerak Sehat Bersama Bangkitkan Ekonomi’. Tagline ini diangkat ungkap Wahyu S. Kuncoro  selaku kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Kabupaten Ngawi, bertujuan untuk membangkitkan semangat masyarakat Ngawi  terlepas masa Pandemi Covid-19 dan bisa kembali seperti sebelumnya.

“Kita harapkan di hari jadi ini, Ngawi terbebas dari pandemi dan perekonomian kembali bangkit,”ungkap Kadin Kominfo dan Persandian Kabupaten Ngawi. Selasa (05/07/2022)

Tugu Kartoyono menjadi tempat pelaksanaan prosesi serah terima pusaka Kabupaten Ngawi pasca kirab dari Desa Ngawipurba

Adapun logo yang dipilih dengan menampilkan angka 664 dengan berbagai macam warna, desain, icon serta aksen yang identik dengan keragaman yang dimiliki oleh Kabupaten Ngawi. Logo hari jadi tahun ini cukup berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, perbaduan berbagai unsur yang melambangkan Ngawi menginginkan terbebas dari perlawanan terhadap pandemi Covid-19.

Wahyu demikian panggilan akrab yang juga menjabat ketua koodinator hari jadi menjelaskan, angka 664 pada logo menunjukkan usia Kabupaten Ngawi hingga sekarang. Tidak hanya itu saja, setiap angka dalam logo tersebut juga mengandung unsur dan tujuan yang berbeda-beda.

Angka 6 pertama
Mengandung makna alam dengan  adanya  icon padi, matahari, dan beragam jenis tanaman. Hal itu menurut Wahyu mengandung makna Ngawi sebagai daerah agraris penghasil padi terbesar.

“Padi yang subur Kabupaten Ngawi menjadi daerah penghasil nomor 1 se-Jawa Timur. Sekaligus menjadi urutan ke-3 tingkat nasional,”jelasnya.

Angka 6 kedua

mengandung makna infrastruktur. Terdapat beragam ikon-ikon seperti pabrik, jalan, hingga infrastruktur pertanian. Menurutnya, ikon-ikon itu menunjukkan fokus pemerintah Kabupaten Ngawi dalam meningkatkan infrastruktur di daerah dan pemerataan ke tingkat desa.

“Kemudahan akses jalan dengan yang diharapkan rencana pembangunan kawasan industri di wilayah Kecamatan Widodaren dapat terwujud,”tambah  Wahyu.

Angka 4

Mengandung  makna potensi wisata yang ada di Kabupaten Ngawi. Hal itu terlihat dari beragam ikon-ikon wisata unggulan yang berada di Kabupaten Ngawi, sepertihalnya  Benteng Pendem, Tugu Kartonyono, dan museum purbakala Trinil.

“Pasca pandemi ini besar harapannya, terhadap sektor pariwisata menjadi salah satu pengdongkrak perekonomian di Kabupaten Ngawi,”ungkap  Wahyu.

Hari jadi Kabupaten Ngawi diperingati setiap tahun pada tanggal 7 Juli. Adapun pada peringatan Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-664 tahun, akan kembali digelar secara meriah tapi minimalis.  Dengan tidak meninggalkan pendahulu sepertihalnya ziarah para makam pahlawan dan pendiri Kabupaten Ngawi, juga ada giat Car Free Day, Pasar Jadoel, Ziarah Makam Leluhur Ngawi, Jamasan dan Kirab Pusaka, hingga beragam bazar dan pameran.

“Rangkaian kegiatan adat tetap melekat, ada pula giat melibatkan banyak massa berlangsung meriah tapi minimalis,”tegas Wahyu. (ard)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini