Now playing

Rate this item
(0 votes)
Para pengurus NU Ngawi tabur bunga Para pengurus NU Ngawi tabur bunga

Bupati Beserta Ketua NU Ngawi Bancaan Dan Ziarah Ke Muassis NU

By Published October 18, 2021

BAHANAFM,NGAWI-Moment   satu ini sangat biasa ditunggu-tunggu  santri dan nahdliyin.   Tak lain dan tak bukan adalah  kegiatan ziarah   ke makam   muassis   Nahdaltul Ulama (NU)  Ngawi.  Ziarah diawali Bancaan dan doa  bersama di kantor  PC NU  Ngawi, komplek masjid Lintang Songo.  Hadir Bupati Ngawi Ony Anwar, Ketua Tanfidziyah PC NU KH Ahmad Ulinnuha Rozy,  Ketua  Syuriah NU  KH Abdul Azis.   Wabup  Dwi RiantoJatmiko  bergabung di lokasi makam   muassis NU di Paron. 

 Rangkaian  kegiatan  peringatan Hari Santri Nasional (HSN)   2021 juga dihadiri pengurus PC NU,   MWC NU se Ngawi, badan otonom, fatayat NU dan nahdliyin. “Alloh belum mencatat kalau  kita belum memperlihatkan perjuangan para pejuang dahulu.   Bangsa yang besar selalu mengingat atau menghargai jasa pejuang, jasa  sesepuh  kita. Kita diajari oleh poro kiai agar  menghargai,    mengingat perjuangan sesepuh-sesepuh  kita.  Apalagi di peringatan HSN ini mengajak  kepada masyarakat untuk sealu menghargarinjasa para ulama dan pendahulu,”  tutur  KH Ulin di sela-sela persiapan pemberangkatan ziarah.                                               

 Menurut Kiai Ulin,  kemerdekaan Negara Kesatuan Indonesia Republik Indonesia (NKRI)   andil besar para ulama. Ulama  dahulu  mengajarkan    berjuang untuk dunia akherat.  “Satu  syarat ridlo Alloh, tidak lupa pada asal-usul.    Para ulama  mengajarkan pada kita   khususnya  pada para  santri,   jangan lupa  pada asal  usul,” tuturnya.                                       

Santri sesungguhnya, lanjut  Kiai Ulin,  tidak harus mukim di pondok pesantren.    Hakekatnya santri harus mencintai Alloh, mencintai kanjeng nabi, mencintai pimpinan, mencintai ulama,  mencintai NKRI. “Itulah  santri sesungguhnya, “ katanya.                                                                                                                                      

Sedangkan Bupati Ngawi Ony mengatakan esensi peringatan HSN   adalah menjaga harmonisasi,  bersinergi,  berkolaborasi, menjaga   kondusifitas  dalam melaksanakan pembangunan. Hal itu untuk mewujudkan perjuangan  para  leluhur. “Yang kita harapkan  guyub rukun akan memantulkan ridlo Aloh,” ujarnya.

 Usai menyantap berkat slametan, Bupati Ony, Kiai Ulin dan Kiai Abdul Azis beserta peziarah menuju  makam Muassis NU Ngawi  KH Ma’mun Afandi, di makam Kembangan Desa Beran.  Bupati dengan khusyu’  mengikuti  tahlil di makam pendiri masjid  Baiturrahman  Beran. Sebelum menetap di Beran Ngawi Kiai Ma’mun santri Ponpes Termas Pacitan, Ponpes di Mangunsari Tulungagung,  Ponpes Krapyak Jogjakarta, hingga berjuang dan berdakwak bersama  nahdlyin Ngawi.

Selanjutnya  ziarah dilanjutkan ke makam  KH. Ahmad Romlan  (Bringin),  KH. Abdul Qohar (Teguhan Paron),  KH. Ali Mustofa (Babadan Paron),       KH. Abdus Salam (Ngijo Kendal Ngawi),  KH. Asroful Anam (Kedungprahu, Widodaren).  (ard)

Read 75 times