Bahanafmngawi.com – Upaya menekan volume sampah menjelang arus mudik Lebaran terus dilakukan pemerintah pusat. Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq, turun langsung melakukan inspeksi mendadak di Terminal Kertonegoro, Kabupaten Ngawi, untuk melihat kondisi pengelolaan sampah di kawasan transportasi publik tersebut.

Dalam kunjungannya, Menteri Hanif meninjau sejumlah titik di area terminal sekaligus berinteraksi dengan para penumpang. Ia juga membagikan botol minum sebagai bentuk kampanye pengurangan sampah plastik sekali pakai, yang kerap meningkat saat musim mudik.

Dari hasil sidak, Hanif mengungkapkan bahwa Kabupaten Ngawi masih masuk dalam kategori kota kotor, sehingga perlu upaya serius untuk memperbaiki sistem pengelolaan sampah.

“Kabupaten Ngawi saat ini masih dalam kategori kota kotor, sehingga perlu langkah yang lebih optimal dan terintegrasi dalam penanganan sampah,” ujarnya.

Menurutnya, perbaikan tidak hanya pada aspek teknis di lapangan, tetapi juga harus didukung kebijakan yang kuat, anggaran yang memadai, serta keterlibatan aktif masyarakat. Ia menilai, tanpa kolaborasi yang menyeluruh, persoalan sampah akan sulit ditangani secara maksimal.

Selain itu, kawasan transportasi publik seperti terminal dan stasiun menjadi sorotan karena berpotensi menghasilkan sampah dalam jumlah besar. Ia menyebut, masih ada fasilitas yang belum dilengkapi dokumen lingkungan hidup sebagai dasar pengelolaan sampah yang baik.

“Kami mendorong agar seluruh pengelola terminal dan stasiun segera melengkapi dokumen lingkungan, sehingga pengelolaan sampah di ruang publik bisa berjalan lebih tertib dan terarah,” tambahnya.

Melalui sidak ini, diharapkan pengelolaan sampah di Ngawi dapat segera dibenahi, sehingga lingkungan menjadi lebih bersih dan nyaman, terutama dalam menghadapi lonjakan aktivitas masyarakat saat musim mudik Lebaran.(Ehr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini