Bahanafmngawi.com – Musim kemarau panjang mulai memperluas krisis air bersih di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Hingga awal September 2026, BPBD Ngawi mencatat 15 desa di tujuh kecamatan terdampak kekeringan dengan total 19 dusun dan sekitar 715 kepala keluarga (KK) kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ngawi, Yudha Herlambang, mengatakan wilayah terdampak tersebar di Kecamatan Karanganyar, Pitu, Kasreman, Ngawi, Bringin, Karangjati, dan Kedunggalar.

“Sebaran kekeringan terus bertambah. Saat ini sudah ada tujuh kecamatan yang warganya membutuhkan suplai air bersih,” kata Yudha, Senin (7/9/2026).

Untuk membantu warga, BPBD bersama PMI dan BBWS rutin mengerahkan tiga hingga empat truk tangki setiap hari. Dalam sekali distribusi, kebutuhan air mencapai sekitar 24.000 liter.

Yudha menyebut, sejak awal musim kemarau hingga kini telah dilakukan 110 kali pengiriman air bersih ke sejumlah wilayah terdampak.

“Distribusi kami sesuaikan dengan kondisi lapangan, terutama desa dan dusun yang sumber airnya mulai mengering,” ujarnya.

Kondisi tersebut diperkirakan masih berlangsung hingga beberapa pekan ke depan. Berdasarkan prakiraan cuaca, puncak kemarau terjadi pada Agustus hingga September, sedangkan hujan diprediksi baru mulai turun pada awal November 2026.

“Artinya, masyarakat masih harus menghadapi kondisi ini sampai hujan kembali turun. Kami akan terus melakukan distribusi sesuai kebutuhan,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini