Bahanafmngawi.com – Warga di sejumlah wilayah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, belakangan harus lebih waspada saat beraktivitas di luar rumah. Di tengah kemarau yang masih berlangsung, hembusan angin kencang muncul terutama pada malam hingga dini hari.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Ngawi, Yudha Herlambang, menyebut kondisi tersebut merupakan bagian dari dinamika cuaca pada puncak musim kemarau. BMKG memprakirakan potensi angin kencang masih berlangsung hingga 9 September 2026.
“Pola cuacanya memang cukup terasa, siang hari panas dan kering, kemudian malam hari anginnya menguat. Kondisi seperti ini perlu diantisipasi masyarakat,” kata Herlambang, (9/9/2026).
Fenomena tersebut berkaitan dengan aktifnya Monsun Australia yang membawa massa udara kering, ditambah perbedaan tekanan udara antara wilayah Australia dan Asia.
Dampaknya, sejumlah titik di Ngawi mulai merasakan hembusan angin yang cukup kuat. BPBD mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan kondisi pohon di sekitar permukiman maupun fasilitas umum.
“Yang paling penting sekarang adalah mengurangi potensi bahaya. Pohon atau ranting yang sudah rapuh dan rawan roboh sebaiknya segera dipangkas,” ujarnya. Masyarakat juga diminta menghindari berteduh di bawah pohon besar ketika angin mulai bertiup kencang dan segera mencari tempat yang lebih aman.






