Bahanafmngawi.com – Lapas Kelas IIB Ngawi terus mendorong program kemandirian pangan dengan mengoptimalkan lahan di dalam maupun di luar lingkungan lapas. Program ini tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan internal, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan hidup setelah bebas nanti.
Kepala Lapas Kelas IIB Ngawi, Iwan Setiawan, menjelaskan bahwa pihaknya memiliki lahan seluas 4,6 hektare di luar tembok lapas, tepatnya di sekitar kawasan Benteng Van den Bosch, yang dikelola sesuai arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
“Seluruh kegiatan ini kami kelola bersama warga binaan yang sudah memenuhi persyaratan administratif, seperti telah menjalani setengah masa pidana,” ujarnya (28/01/2026)
Saat ini, Lapas Ngawi mempekerjakan empat warga binaan dalam program tersebut dan akan terus menambah jumlahnya sesuai dengan syarat yang ditetapkan. Di dalam lapas, dikembangkan budidaya ikan lele dan ayam petelur, sementara di luar lapas pihaknya menggandeng pihak ketiga untuk peternakan kambing. Selain itu, berbagai tanaman pangan seperti tomat, kangkung, pepaya, pisang, serta aneka sayuran juga dibudidayakan dan hasilnya dimanfaatkan untuk dapur lapas.
“Kami rutin mengadakan pelatihan setiap tahun, mulai dari budidaya ikan, ayam petelur, pertanian, pembuatan roti, hidroponik, hingga pembinaan keagamaan seperti mengaji,” tambahnya.
Program kemandirian pangan ini menjadi bukti bahwa lapas tidak hanya menjadi tempat pembinaan, tetapi juga ruang tumbuhnya harapan baru. Dari balik tembok, warga binaan Lapas Ngawi kini menyiapkan masa depan yang lebih mandiri, produktif, dan bermartabat.(Ehr)






