Bahanafmngawi.com – Kesabaran dan tekad kuat membawa pasangan Sumino (50) dan Nur Hasanah (56), warga Desa Jogorogo, Ngawi, menuju impian suci mereka berhaji ke Tanah Suci. Setelah 21 tahun berjualan pentol corah di depan Polsek Jogorogo dengan motor viar roda tiga, kini doa dan usaha mereka terbayar.

Setiap hari sejak 2004, mereka menggelar dagangan sederhana pentol kuah, gorengan, es teh dengan harga merakyat. Dari penghasilan itulah, Pak Mino menyisihkan uang antara Rp10.000 hingga Rp50.000 per hari untuk tabungan haji.

“ Sejak menikah, kami punya niat kuat menunaikan rukun Islam kelima. Sedikit demi sedikit kami sisihkan,” ungkap Mino.

Dengan tekad dan kesyukuran, mereka berhasil mendaftar haji pada 5 Mei 2012. Kini, 17 Mei 2025 menjadi tanggal bersejarah, mereka akan berangkat ke Tanah Suci, membawa kisah perjuangan yang menginspirasi banyak orang.

“ Alhamdulillah dengan niat yang bulat tahun 2012 tepatnya bulan 5 tgl 5, allah memberikan hidayah kepada kami untuk bisa mendaftar haji. Dengan itu saya syukur kpd Allah SWT,” ujar Mino

Perjalanan Pak Mino dan Bu Nur menjadi bukti bahwa dengan niat yang tulus, usaha yang konsisten, dan doa yang tak putus, impian sebesar apa pun dapat terwujud.(Ehr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini