Bahanafmngawi.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi menunjukkan respons cepat dan kepedulian tinggi terhadap insiden percobaan bunuh diri yang dilakukan oleh seorang ibu rumah tangga (IRT) dengan cara mencoba melompat dari Jembatan Kendung, Kecamatan Kwadungan. Seluruh biaya pengobatan korban ditanggung penuh oleh pemerintah daerah, termasuk dukungan logistik untuk keluarga yang tengah menghadapi masa sulit.

Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, yang akrab disapa Antok, langsung menjenguk korban di RSUD dr Soeroto Ngawi. Dalam kunjungannya, ia memastikan bahwa kondisi korban berangsur membaik dan saat ini sudah sadar serta dapat diajak berkomunikasi.

” Kami cek langsung kondisi korban. Saat ini sudah sadar dan bisa diajak komunikasi. Penanganan medisnya bagus, dan kami berikan motivasi agar semangatnya pulih,” ujar Antok.

Diketahui, suami korban saat ini juga sedang menjalani masa pemulihan pasca operasi prostat. Seluruh biaya pengobatan suaminya pun turut ditanggung oleh Pemkab Ngawi. Selain itu, bantuan kebutuhan dasar seperti sembako telah disalurkan.

“ Penanganan medisnya bahwa seluruh biaya terkait dengan medis dan support terhadap keluarga dan sembako ditanggung oleh pemerintah daerah,” ujarnya

Antok menyebut keluarga korban belum masuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), dan meminta desa segera mengusulkan agar mereka bisa menerima bantuan sosial seperti BLT, dan bantuan kesehatan.

Pemkab Ngawi terus mendorong penguatan jaring pengaman sosial, terutama bagi keluarga-keluarga yang berada di ambang kerentanan ekonomi maupun psikologis. Tragedi ini menjadi pengingat bahwa kepekaan sosial dan sinergi antarinstansi adalah kunci dalam membangun masyarakat yang lebih inklusif.(Ehr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini