Bahanafmngawi.com – Semangat Raden Ajeng Kartini terus hidup dalam karya dan ketekunan perempuan masa kini. Di Ngawi, semangat itu tercermin dari perjalanan panjang Dian Oerip yang selama 18 tahun konsisten memperjuangkan wastra nusantara hingga dikenal luas.
Berawal dari kecintaannya pada kain tradisional, Dian mengisahkan bagaimana setiap perjalanan membawanya menemukan makna mendalam di balik selembar kain.
“Ketika saya melakukan perjalanan ke Indonesia, saya menemukan kain-kain yang bukan hanya kain, tapi dibuat dari hati, dibuat dengan doa, penuh rasa dan filosofi, serta kekayaan warna alam dari berbagai daerah,” ungkapnya.
Perjalanan itu kemudian membawanya kembali ke tanah kelahiran di Ngawi, Jawa Timur, untuk mendirikan museum wastra sebagai bentuk pelestarian sekaligus edukasi. Museum tersebut tak hanya menjadi ruang pamer, tetapi juga sarana edukasi agar generasi mendatang memahami nilai tinggi kain tradisional yang langka dan penuh cerita. Selain itu, Dian juga mengembangkan produksi busana berbahan handmade dari berbagai daerah di Indonesia.
Di balik pencapaian itu, ia mengakui perjalanan yang dilalui tidak mudah. Sebagai seorang perempuan, ia harus menjelajah berbagai wilayah dengan medan yang menantang.
“Saya seorang perempuan, dan traveling bukan di tempat-tempat yang mudah. Banyak lokasi dengan medan sulit, tetapi ternyata perempuan bisa,” tegasnya.
Kini, dedikasi tersebut tak hanya melestarikan budaya, tetapi juga membuka peluang ekonomi. Sekitar 50 orang terlibat dalam usahanya, mayoritas perempuan, serta memberdayakan para penenun dari Sabang hingga Merauke.
Kisah Dian menjadi bukti nyata bahwa semangat Kartini tetap relevan hingga kini bahwa perempuan memiliki kekuatan besar untuk berkarya, melestarikan budaya, sekaligus menggerakkan roda ekonomi, selama memiliki tekad yang kuat.(Ehr)






