Bahanafmngawi.com – Pemerintah Kabupaten Ngawi mendapat apresiasi atas komitmennya mendorong pertanian ramah lingkungan berkelanjutan. Langkah ini dinilai menjadi arah masa depan sektor pertanian nasional.
Hal itu disampaikan Kepala Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan Kementerian Pertanian, Yuris Riyanto, saat menghadiri percepatan tanam padi di Desa Gemarang, Ngawi, (27/4/2026).
“Pertanian ramah lingkungan itu yang saya dambakan ke depan, karena menjadi solusi jangka panjang,” ujarnya.
Yuris menekankan, ke depan penggunaan bahan kimia harus ditekan tanpa menurunkan produktivitas. Menurutnya, konsep low input high productivity menjadi kunci, yakni biaya rendah dengan hasil tetap tinggi serta keuntungan petani meningkat.
“Yang kita inginkan, penggunaan bahan kimia turun, tetapi produktivitas tetap tinggi. Selain itu, keuntungan petani juga harus meningkat,” katanya.
Ia juga mengingatkan ketergantungan pada pupuk kimia berisiko di tengah ketidakpastian global. Karena itu, petani didorong memilih pola usaha yang lebih efisien dan menguntungkan.
Selain itu, Kementerian Pertanian tengah menggencarkan mekanisasi pertanian. Program ini sudah diterapkan di lahan demplot 100.000 hektare dengan target produktivitas hingga 10 ton per hektare.(Ehr)






