Bahanafmngawi.com – Produktivitas pertanian di Kabupaten Ngawi terus digenjot seiring upaya mempertahankan status daerah sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Salah satu langkah yang kini diperluas adalah penerapan Pertanian Ramah Lingkungan Berkelanjutan atau PRLB yang telah diterapkan di lebih dari separuh lahan pertanian padi di Ngawi.
Data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Ngawi mencatat, hingga akhir tahun 2025 luas lahan yang menerapkan PRLB mencapai 27.397 hektar dari total luas tanam padi sekitar 49.442 hektar. Pemerintah daerah pun menargetkan perluasan program tersebut hingga 35 ribu hektar pada tahun 2026.
Kepala Bidang Tanaman Pangan DKPP Ngawi, Hasan Zunairi mengatakan, PRLB menjadi salah satu solusi untuk membantu petani menekan biaya produksi, terutama penggunaan pupuk kimia yang selama ini cukup membebani biaya operasional.
“Melalui PRLB, penggunaan pupuk kimia bisa ditekan sehingga biaya produksi petani menjadi lebih ringan. Selain itu kondisi tanah juga lebih terjaga untuk jangka panjang,” ujar Hasan.(12/05/2026)
DKPP Ngawi juga mulai mendorong petani memanfaatkan mikro organisme lokal atau MOL sebagai alternatif pendukung pertanian yang lebih ramah lingkungan. Saat ini pengembangan MOL masih berbentuk cair, namun ke depan akan dikembangkan menjadi pupuk organik padat melalui kerja sama dengan Dinas Perikanan dan Peternakan.
“Ke depan kami ingin pengembangan pupuk organik tidak hanya cair, tetapi juga padat agar pemanfaatannya lebih luas dan kebutuhan petani bisa lebih terpenuhi,” tambahnya.
Melalui perluasan PRLB ini, Pemkab Ngawi berharap produktivitas pertanian tetap tinggi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan kesuburan lahan pertanian secara berkelanjutan.(Ehr)






