Bahanafmngawi.com – Musim kemarau kembali membawa harapan bagi petani tembakau di Kabupaten Ngawi. Tahun ini, komoditas tembakau diproyeksikan menjadi salah satu sektor unggulan dengan target perluasan lahan tanam mencapai 2 ribu hektar.

Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) menargetkan kenaikan luas tanam tembakau dari sekitar 1.400 hektar pada tahun sebelumnya menjadi 2.000 hektar pada musim tanam 2026. Prediksi kemarau panjang dinilai menjadi peluang besar untuk meningkatkan hasil produksi maupun kualitas tembakau petani.

Kepala Bidang Perkebunan dan Hortikultura DKPP Ngawi, Dwi Rahayu Puspitaningrum, mengatakan kondisi cuaca tahun ini dinilai cukup ideal bagi budidaya tembakau.

“Musim kemarau yang lebih panjang membuat peluang petani menanam tembakau semakin besar, terlebih harga jualnya cukup menjanjikan,” ujarnya.(18/05/2026)

Pada musim panen tahun lalu, harga tembakau di tingkat petani tercatat berada di kisaran Rp30 ribu hingga Rp56 ribu per kilogram. Sementara produktivitas lahan juga diperkirakan meningkat dari sekitar 1,27 ton menjadi 1,4 ton per hektar.

Saat ini, petani di kawasan perbukitan seperti Kecamatan Ngrambe dan Kendal mulai memasuki masa tanam. Sedangkan petani di wilayah dataran rendah masih menunggu panen padi musim kedua sebelum menyiapkan lahan untuk tembakau.

Selain didukung cuaca, pemasaran hasil panen juga dinilai semakin terbuka. Melalui asosiasi petani tembakau, sebagian produksi petani Ngawi telah bekerja sama dengan sejumlah industri yang siap menyerap hasil panen lokal.Pemerintah daerah berharap perluasan tanam tembakau ini mampu meningkatkan pendapatan petani sekaligus memperkuat sektor pertanian sebagai penopang ekonomi masyarakat Kabupaten Ngawi.(Ehr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini