Bahanafmngawi.com – Musim kemarau yang belum berakhir mulai memukul sejumlah wilayah di Kabupaten Ngawi. Sebanyak 392 kepala keluarga (KK) di sembilan desa pada empat kecamatan kini kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Kondisi tersebut membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi bersama Palang Merah Indonesia (PMI) harus rutin mengirimkan bantuan air. Setiap hari, dua tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter didistribusikan ke wilayah yang membutuhkan.
Kepala Pelaksana BPBD Ngawi, Prila Yuda Putra, menyebut hingga kini total bantuan yang telah disalurkan mencapai sekitar 80 ribu liter. Penyaluran dilakukan secara bergiliran dengan mempertimbangkan tingkat kebutuhan masing-masing desa.
“Bantuan kami kirim secara rutin sesuai kondisi di lapangan. Warga yang mulai kesulitan mendapatkan air bersih kami minta segera melapor agar bisa masuk dalam prioritas distribusi,” ujar Prila.(11/08/2026)
Ancaman kekeringan diperkirakan belum akan segera berakhir. Berdasarkan prakiraan yang diterima BPBD, musim kemarau masih berpotensi berlangsung hingga November. Jika kondisi terus berlanjut, wilayah yang mengalami krisis air bersih dikhawatirkan semakin bertambah.
Untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas, BPBD berkoordinasi dengan TNI dan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) untuk mencari sumber air alternatif. Salah satu upaya yang dilakukan yakni survei geolistrik guna memetakan potensi sumber air bawah tanah sebagai dasar pembangunan sumur bor.
“Selain memenuhi kebutuhan warga sekarang, kami juga mencari sumber air yang bisa menjadi solusi lebih permanen, terutama untuk wilayah yang setiap tahun mengalami kekeringan,” jelasnya.
Dalam jangka panjang, upaya menjaga ketersediaan air juga membutuhkan peran masyarakat. Warga didorong memperbanyak penghijauan dengan menanam pohon di kawasan hutan dan daerah resapan air.
Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat cadangan air tanah sekaligus menjadi upaya pencegahan agar krisis air akibat kemarau tidak terus berulang dengan dampak yang semakin luas.






