Kemarau panjang dan kondisi udara yang dipenuhi debu mulai berdampak pada kesehatan warga Kabupaten Ngawi. Dinas Kesehatan mencatat kunjungan pasien dengan keluhan Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) di sejumlah fasilitas kesehatan meningkat sekitar 20 hingga 30 persen.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi, dr. Heri Nurfahrudin, mengatakan kondisi cuaca yang kering membuat masyarakat lebih rentan mengalami gangguan pernapasan.
“Peningkatan keluhan ISPA belakangan ini cukup terlihat. Salah satu yang perlu diwaspadai adalah paparan debu selama kemarau panjang,” ujar Heri, Kamis (24/9/2026).
Di tengah suhu siang yang mencapai sekitar 36 derajat Celsius, masyarakat diminta menjaga daya tahan tubuh dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, mengonsumsi makanan bergizi, cukup istirahat, serta memperbanyak minum air putih.
“Kalau sedang sakit, gunakan masker dan kurangi paparan debu. Kondisi tubuh juga harus dijaga agar tidak mudah terserang infeksi,” jelasnya.
Heri mengingatkan ISPA perlu ditangani apabila gejala semakin berat karena dapat berkembang menjadi infeksi saluran pernapasan bawah, termasuk pneumonia. Gejalanya antara lain demam, sakit tenggorokan, nyeri saat menelan, nyeri otot, dan tubuh lemas.
Warga yang mengalami keluhan berkelanjutan diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.






