Bahanafmngawi.com – Petugas kesehatan hewan dari Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Ngawi menemukan kasus cacing hati pada salah satu sapi kurban saat pelaksanaan pemeriksaan pasca penyembelihan atau postmortem pada momentum Hari Raya Iduladha. Temuan itu didapat ketika petugas memeriksa organ dalam hewan untuk memastikan daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat tetap aman dan layak konsumsi.
Pengawasan hewan kurban tahun ini dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan 35 petugas yang disebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Ngawi. Selain ditempatkan di titik penyembelihan, petugas juga bergerak secara mobile guna menjangkau lokasi kurban yang tersebar di berbagai wilayah.
Pemeriksaan postmortem dilakukan dengan meneliti kondisi organ vital seperti hati, paru-paru, jantung, hingga limpa. Dari hasil pemeriksaan tersebut, petugas mendapati adanya infeksi cacing hati pada salah satu sapi kurban di wilayah Ngawi.
Menindaklanjuti temuan tersebut, petugas segera memberikan arahan kepada panitia kurban agar bagian organ yang terinfeksi tidak disalurkan kepada masyarakat dan segera dimusnahkan guna menghindari potensi gangguan kesehatan.
“Kami meminta panitia kurban lebih teliti saat memeriksa jeroan. Jika ditemukan organ yang terindikasi terinfeksi, terutama hati, sebaiknya tidak dibagikan dan langsung dimusnahkan demi menjaga keamanan pangan,” ujar salah satu petugas pemeriksa hewan.(27/05/2026)
Meski ditemukan satu kasus cacing hati, pengawasan terhadap hewan kurban dipastikan terus berlangsung di berbagai lokasi penyembelihan. Pemeriksaan menyeluruh dinilai penting agar daging dan jeroan yang diterima masyarakat benar-benar sehat, aman, dan memenuhi standar kelayakan konsumsi.(Ehr)






