Bahanafmngawi.com – Program Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Ngawi mulai memasuki tahap penjangkauan calon peserta didik. Namun, upaya tersebut masih menghadapi tantangan besar, terutama untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) yang hingga kini baru berhasil menjaring tiga calon siswa dari target 90 peserta didik.

Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah harus bekerja lebih keras untuk memenuhi kebutuhan kuota sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. Sementara itu, kuota untuk jenjang SMP dan SMA dilaporkan telah terpenuhi sesuai target.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ngawi, Bonadi, mengatakan Sekolah Rakyat dirancang untuk menampung 270 siswa yang terbagi dalam tiga jenjang pendidikan, yakni SD, SMP, dan SMA. Masing-masing jenjang akan memiliki dua rombongan belajar dengan total kuota 90 siswa.

“Proses pendataan masih terus berjalan. Untuk SMP dan SMA sudah memenuhi kuota, tetapi untuk SD baru terdapat tiga calon siswa yang terdata sehingga masih membutuhkan tambahan peserta didik,” ujar Bonadi.

Menurutnya, seluruh calon siswa berasal dari keluarga yang masuk dalam kategori Desil 1 dan Desil 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Meski demikian, mereka tetap harus melalui tahapan verifikasi sebelum resmi diterima sebagai siswa Sekolah Rakyat.

Bonadi mengungkapkan, rendahnya minat pada jenjang SD dipengaruhi oleh kekhawatiran orang tua terhadap sistem pendidikan berasrama yang diterapkan dalam program tersebut. Banyak keluarga yang masih merasa berat jika harus berpisah dengan anak usia sekolah dasar dalam waktu yang cukup lama.

“Untuk jenjang SD memang menjadi tantangan tersendiri. Anak-anak masih sangat membutuhkan pendampingan keluarga, sehingga persetujuan orang tua menjadi faktor utama karena nantinya mereka akan tinggal di asrama,” jelasnya.

Guna mengejar kekurangan kuota, Dinas Sosial bersama sejumlah pihak terkait terus melakukan sosialisasi secara intensif kepada masyarakat sasaran. Diharapkan semakin banyak keluarga yang memahami manfaat program tersebut sehingga kesempatan memperoleh pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dapat dimanfaatkan secara optimal.(Ehr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini