Bahanafmngawi.com – Menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung cukup panjang, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Ngawi melakukan pemantauan dan pengecekan sejumlah instalasi penyediaan air bersih. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau.
Salah satu lokasi yang menjadi sasaran pengecekan adalah Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Desa Sidorejo, Kecamatan Karangjati. Pemeriksaan dilakukan guna memastikan kondisi sarana dan ketersediaan debit air tetap optimal.
Kepala Bidang Kawasan Permukiman DPRKP Ngawi, Pipit Dwi Herlina, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan upaya preventif agar masyarakat tidak mengalami krisis air bersih saat kemarau.
“Kami ingin memastikan seluruh sistem penyediaan air bersih berfungsi dengan baik dan mampu memenuhi kebutuhan warga. Jika nantinya terjadi penurunan debit air, kami akan melakukan langkah-langkah optimalisasi pelayanan,” ujarnya.(25/06/2026)
Saat ini, lanjut Pipit, produksi air dari SPAM dan Pamsimas di berbagai wilayah masih dalam kondisi aman. Namun pemerintah tetap menyiapkan langkah darurat berupa distribusi air bersih bekerja sama dengan BPBD untuk daerah yang belum terjangkau layanan atau mengalami kekurangan pasokan.
Berdasarkan data DPRKP, terdapat 217 sistem penyediaan air bersih yang tersebar di 138 desa di Kabupaten Ngawi. Setiap instalasi rata-rata mampu menghasilkan debit air sekitar 3 liter per detik dan melayani hingga 300 penerima manfaat, sehingga menjadi salah satu penopang utama kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah pedesaan.(Ehr)






