Bahanafmngawi.com – Data dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngawi menunjukkan, dari 50 SMP negeri yang mengikuti SPMB tahun ini, hanya tiga sekolah yang mampu memenuhi seluruh pagu penerimaan siswa baru.
Ketiga sekolah tersebut yakni SMP Negeri 1 Jogorogo, SMP Negeri 1 Paron, dan SMP Negeri 1 Ngawi. Sementara itu, 47 SMP negeri lainnya masih menyisakan bangku kosong yang belum terisi.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah Dikbud Ngawi, Zainal Fanani, menyebut kondisi tersebut dipicu oleh tidak seimbangnya jumlah lulusan sekolah dasar dengan kapasitas penerimaan yang tersedia di tingkat SMP negeri.
“Kapasitas penerimaan siswa baru SMP negeri di Ngawi tahun ini mencapai sekitar 9.300 siswa, sedangkan lulusan SD negeri hanya sekitar 7.600 siswa. Selain itu, ada pula siswa yang memilih melanjutkan pendidikan ke pondok pesantren maupun lembaga pendidikan lainnya,” jelasnya.
Perbedaan jumlah tersebut membuat banyak sekolah kesulitan memenuhi target penerimaan peserta didik baru. Fenomena ini juga menunjukkan adanya perubahan pola pilihan pendidikan masyarakat yang kini semakin beragam.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngawi menjadikan hasil SPMB tahun ini sebagai bahan evaluasi untuk menyusun kebijakan penerimaan siswa baru pada tahun-tahun mendatang, sehingga jumlah daya tampung sekolah dapat lebih menyesuaikan kondisi riil di lapangan.






