Bahanafmngawi.com – Ribuan atlet dari berbagai penjuru Jawa Timur berkumpul di Kabupaten Ngawi untuk mengikuti pesta olahraga pelajar terbesar tingkat provinsi. Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA) III Jawa Timur 2026 resmi dibuka di Alun-Alun Merdeka Ngawi, Jumat malam (6/11/2026), dalam suasana meriah dan penuh semangat.

Pembukaan ajang tersebut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak bersama Ketua Perwosi Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak. Turut hadir Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, Ketua TP PKK Ngawi Ana Mursyidah, jajaran pimpinan DPRD Provinsi Jawa Timur, serta Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jawa Timur Mohammad Hadi Wawan Guntoro.

Dalam laporannya, Kepala Dispora Jatim Mohammad Hadi Wawan Guntoro menyebut penyelenggaraan tahun ini mencatatkan rekor kepesertaan terbanyak sepanjang sejarah POPDA dan PEPARPEDA. Tercatat sebanyak 8.630 peserta dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur ambil bagian dalam kompetisi tersebut.

POPDA XV mempertandingkan 29 cabang olahraga dengan melibatkan 38 kontingen. Jumlahnya mencapai 7.767 orang, terdiri dari 5.902 atlet serta 1.865 pelatih dan ofisial. Sementara PEPARPEDA III diikuti 33 kontingen dengan total 412 peserta yang terdiri dari 266 atlet dan 146 pelatih serta ofisial.

Selain itu, terdapat tiga cabang olahraga eksibisi POPDA yang diikuti 347 atlet dan 109 ofisial atau sebanyak 455 peserta.

Besarnya jumlah peserta tersebut menunjukkan tingginya antusiasme daerah dalam mengembangkan potensi olahraga generasi muda. Menurut Hadi Wawan Guntoro, ajang ini menjadi momentum penting untuk memperluas pembinaan sekaligus menjaring bibit atlet potensial yang nantinya dapat bersaing di tingkat lebih tinggi.

Puncak seremoni pembukaan ditandai dengan penyalaan kaldron api utama oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak bersama Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono. Kobaran api tersebut menjadi simbol dimulainya seluruh rangkaian pertandingan sekaligus menggambarkan semangat perjuangan, persatuan, dan sportivitas para atlet.

Sebelumnya, api POPDA menjalani kirab dari kawasan Cikal Bakal Ngawi Purba yang bersumber dari tungku tradisional. Prosesi bertajuk Kirab Akar Api “Nyala dari Akar Ngawi” itu membawa pesan bahwa semangat olahraga tumbuh dari akar sejarah dan budaya daerah untuk menginspirasi generasi muda Jawa Timur.

Mengusung jargon “Berprestasi, Sportif, Inklusif untuk Jawa Timur Maju”, POPDA dan PEPARPEDA tidak sekadar menjadi ajang perebutan medali. Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi seluruh pelajar, termasuk atlet paralimpik, untuk menunjukkan kemampuan, memperoleh kesempatan yang setara, serta mengukir prestasi.

Di sisi lain, kepercayaan menjadikan Ngawi sebagai salah satu pusat penyelenggaraan turut membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Ribuan atlet, pelatih, ofisial, dan pendamping yang datang dari berbagai daerah diperkirakan memberikan dampak positif terhadap sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga UMKM lokal.

Semarak pembukaan semakin terasa melalui penampilan tari kolosal bertajuk “Glora Pahargian” dari Candra Performing Arts School, dilanjutkan parade kontingen dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur. Ribuan penonton kemudian dihibur oleh penampilan grup musik Guyon Waton yang menutup rangkaian acara dengan meriah.

Seluruh pertandingan POPDA XV dan PEPARPEDA III Jawa Timur 2026 dijadwalkan berlangsung hingga 11 November mendatang. Melalui kompetisi ini, diharapkan lahir generasi atlet muda yang tidak hanya unggul dalam kemampuan, tetapi juga menjunjung tinggi sportivitas, persaudaraan, dan semangat inklusivitas dalam dunia olahraga.(Ehr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini