Bahanafmngawi.com – Suasana berbeda terlihat di Desa Pelang Lor, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi. Ratusan warga berkumpul dalam tradisi sedekah bumi yang berakhir dengan aksi saling lempar nasi.
Tradisi tersebut diawali dengan warga membawa nasi dari rumah masing-masing. Nasi kemudian dikumpulkan di lokasi yang dianggap sakral oleh masyarakat setempat sebelum didoakan bersama para sesepuh desa.
Begitu doa selesai, suasana khidmat berubah menjadi penuh gelak tawa. Warga mengambil nasi yang telah dikumpulkan lalu saling melemparkannya. Tak ada amarah maupun keributan, karena “perang” tersebut memang menjadi bagian dari tradisi dan hiburan masyarakat.
Bukan hanya warga setempat, tradisi unik tersebut juga mengundang masyarakat dari luar desa. Mereka datang untuk menyaksikan langsung tradisi yang masih dipertahankan hingga kini.
Kepala Desa Pelang Lor, Hariyana, mengatakan sedekah bumi merupakan warisan leluhur yang terus dijaga masyarakat. Seiring waktu, bentuk pelaksanaannya mengalami perubahan.
Jika sebelumnya nasi lebih banyak diperebutkan untuk dibawa pulang, kini sebagian nasi sengaja digunakan dalam perang nasi. Sementara itu, warga tetap diperbolehkan membawa sebagian nasi untuk dinikmati bersama keluarga.
“Tradisi ini terus kami pertahankan karena bukan hanya soal nasi, tetapi tentang rasa syukur dan kebersamaan. Bentuknya sekarang lebih meriah dengan adanya perang nasi, namun makna sedekah buminya tetap sama,” ungkap Hariyana.
Bagi warga Pelang Lor, tradisi tersebut menjadi cara sederhana untuk merayakan hasil bumi sekaligus menjaga warisan budaya. Di balik aksi saling lempar nasi, tersimpan pesan tentang rasa syukur, persaudaraan, dan keguyuban yang terus diwariskan antargenerasi.






