Bahanafmngawi.com – Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) M. Jusuf Kalla menyampaikan bahwa penanganan pascabencana di Aceh dan Sumatera akan memasuki fase krusial pada awal tahun 2026. Mulai Januari, relawan PMI akan difokuskan pada operasi besar pembersihan sisa bencana berupa lumpur dan material kayu yang menutup permukiman serta infrastruktur warga.
Pernyataan tersebut disampaikan Jusuf Kalla saat memimpin Apel Hari Relawan PMI sekaligus melantik pengurus PMI Provinsi Jawa Timur masa bakti 2025–2030 di Benteng Van Den Bosch, Kabupaten Ngawi, Selasa (17/12/2025).
Sambil menunggu tahap pembersihan dimulai, PMI saat ini masih memusatkan perhatian pada pemenuhan kebutuhan mendesak masyarakat terdampak, khususnya ketersediaan air bersih. Tidak kurang dari 80 truk tangki air telah dikerahkan ke berbagai titik di Aceh dan Sumatera yang hingga kini masih kesulitan mendapatkan pasokan air akibat banjir dan longsor.
Jusuf Kalla menuturkan, banjir di kedua wilayah tersebut memiliki dampak yang lebih kompleks dibandingkan daerah lain.
“Bukan hanya lumpur, banjir di Aceh dan Sumatera juga membawa kayu-kayu besar dari hutan. Ini yang membuat kerusakan rumah dan fasilitas umum menjadi jauh lebih parah,” katanya.
Ia menegaskan, pembersihan area terdampak menjadi kunci sebelum proses rehabilitasi dapat berjalan efektif. Dengan tingkat kerusakan yang ada, Jusuf Kalla memperkirakan pemulihan pascabencana akan memakan waktu hingga tiga bulan.(Ehr)






