Bahanafmngawi.com – Fenomena laporan palsu atau prank kepada petugas pemadam kebakaran masih kerap terjadi di Kabupaten Ngawi. Hal itu diungkapkan oleh Farizal Kukuh, anggota Damkar Ngawi, yang menuturkan bahwa hampir setiap bulan pihaknya menerima dua hingga tiga laporan palsu yang mengaku terjadi kebakaran atau penyelamatan darurat.

Menurutnya, laporan palsu seperti itu sangat merugikan, karena petugas Damkar selalu bergerak cepat dengan fast response, mengingat setiap detik sangat berharga dalam penyelamatan nyawa maupun harta benda.

“ Sering sekali kami menerima telepon dari warga yang mengaku ada kebakaran. Setelah kami telusuri ke lokasi, ternyata tidak ada kejadian apa pun. Setelah dicek, ternyata itu prank,” ujar Kukuh (15/10/2025)

Belajar dari pengalaman tersebut, kini petugas selalu melakukan verifikasi lebih dulu sebelum berangkat ke lokasi. Biasanya dengan meminta foto kejadian dan share location (serlok) dari pelapor

Ia menambahkan, koordinasi dengan relawan dan pihak desa juga menjadi langkah penting untuk memastikan kebenaran laporan. Jika yang melapor adalah pihak resmi atau sudah dikenal, petugas akan segera menindaklanjuti tanpa ragu.

Pihaknya menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat untuk tidak menjadikan layanan darurat sebagai bahan candaan, mengingat setiap tindakan petugas pemadam selalu berkaitan dengan upaya penyelamatan nyawa dan harta benda. Untuk masyarakat yang hendak melapor, dihimbau agar menyiapkan foto kejadian, lokasi akurat, dan identitas pelapor agar proses penanganan dapat dilakukan cepat dan tepat sasaran.(Ehr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini