Bahanafmngawi.com – Rencana hadirnya Sekolah Rakyat di Kabupaten Ngawi masih menunggu kepastian teknis dari pemerintah pusat. Hingga saat ini, Dinas Sosial Kabupaten Ngawi belum membuka pendaftaran calon siswa karena petunjuk teknis pelaksanaan program tersebut masih belum diterbitkan oleh Kementerian Sosial.

Program pendidikan khusus bagi keluarga kurang mampu itu diprioritaskan untuk masyarakat dalam kategori desil 1 dan desil 2 pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional atau DTSEN, yakni kelompok dengan kondisi ekonomi paling rendah

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Ngawi, Mochamad Turnawan menyebut, Ngawi masuk dalam pelaksanaan Sekolah Rakyat tahap dua sehingga seluruh proses masih menunggu arahan lanjutan dari pemerintah pusat.

“Karena Ngawi masuk tahap dua dan bukan sekolah rintisan, sampai sekarang kami masih menunggu petunjuk teknis terkait pendaftaran maupun operasionalnya,” jelasnya. (08/05/2026)

Menurutnya, pendaftaran calon siswa diperkirakan baru berlangsung pada tahun ajaran 2026/2027. Nantinya, tidak menutup kemungkinan ada siswa perpindahan atau transisi dari sekolah sebelumnya untuk bergabung dalam program tersebut.

Saat ini, peran Dinas Sosial masih sebatas memberikan informasi awal kepada masyarakat melalui pendamping Program Keluarga Harapan atau PKH agar warga mulai memahami sasaran dan mekanisme program.

Dalam rencana awal, Sekolah Rakyat di Ngawi akan mencakup jenjang SD, SMP hingga SMA. Masing-masing jenjang disiapkan dua rombongan belajar, sehingga total kapasitas siswa diperkirakan mencapai sekitar 600 anak. Di sisi lain, pembangunan sekolah masih terus berlangsung. Kabupaten Ngawi sendiri masuk kawasan pengembangan Jawa Timur Dua bersama sejumlah daerah lain seperti Kabupaten Madiun, Pacitan, dan Nganjuk.(Ehr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini