Bahanafmngawi – Upah Minimum Kabupaten (UMK) Ngawi menunjukkan lonjakan signifikan dan kini berada di posisi strategis di wilayah Mataraman. Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menyebut, sebelumnya UMK Ngawi kerap berada di jajaran terbawah di Karisidenan Madiun, namun kondisi tersebut kini berubah seiring membaiknya kinerja ekonomi daerah.

“Penentuan upah minimum kabupaten kita biasanya rendah, paling rendah. Karisidenan Madiun itu paling rendah kita. Upah minimum kabupaten sekitar 2,4 sekian, dari tujuh kabupaten Mataraman kita nomor dua dari bawah,” ujar Ony Anwar Harsono.

Namun, kata Ony, capaian pertumbuhan ekonomi Ngawi yang berada di kisaran 5,3 hingga 5,5 persen berdasarkan data BPS, berdampak langsung pada kenaikan indeks penyesuaian upah. Hal ini membuat posisi UMK Ngawi melonjak signifikan.

“Ketika alfa pertumbuhan ekonomi kita 5,5 sekian atau 5,3 sekian, itu langsung lompat alfanya di 0,8. Jadi upah minimum kabupaten Ngawi itu hanya di bawah Kota Madiun. Habis Kota Madiun, lalu Kabupaten Ngawi,” jelasnya.

Bupati Ony menegaskan, capaian tersebut menjadi indikator kuat meningkatnya daya saing Ngawi dalam menarik investasi. Menurutnya, iklim investasi yang semakin kompetitif harus diiringi dengan penguatan sektor-sektor penopang ekonomi daerah.

“Ini menunjukkan competitiveness di kegiatan investasi kita yang cukup signifikan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ony juga menyoroti pentingnya pendetailan kebijakan ekonomi, termasuk sektor pertanian. Meski Nilai Tukar Petani (NTP) Ngawi tercatat tinggi di angka 125, kontribusi sektor pertanian terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) justru mengalami penurunan.

Pemerintah Kabupaten Ngawi menilai kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang untuk menata ulang strategi pembangunan ekonomi agar pertumbuhan investasi sejalan dengan penguatan sektor riil dan kesejahteraan masyarakat.(Ehr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini