Bahanafmngawi.com – Maraknya kemunculan akun-akun negatif dan bermuatan asusila di media sosial mendapat perhatian serius dari tokoh masyarakat Kabupaten Ngawi, Agus M. Fatoni atau akrab disapa Atong. Ia menilai fenomena tersebut berpotensi merusak moral serta masa depan generasi penerus jika tidak segera ditangani secara tegas dan terkoordinasi.
Atong menegaskan, pengawasan dan pengendalian media sosial tidak bisa hanya dibebankan pada masyarakat, melainkan harus melibatkan peran aktif pemerintah daerah dan instansi terkait. Menurutnya, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) hingga Kominfo Pusat perlu turun tangan secara langsung untuk melakukan pengawasan, penindakan, dan edukasi digital.
“Saya sebagai masyarakat sangat perhatian dengan persoalan ini. Pengawasan dan kontrol media sosial harus diperkuat, Kominfo juga harus turun tangan. Ini tidak bisa dibiarkan,” tegas Agus M. Fatoni.(14/01/2026)
Ia juga mengaitkan persoalan tersebut dengan visi dan misi Bupati Ngawi yang menekankan nilai religius dan ketakwaan. Karena itu, Atong menilai kepala daerah harus mengetahui kondisi ini dan mengambil langkah-langkah yang konkret serta konstruktif untuk pencegahan sejak dini.
“Visi-misi bupati kan ada nilai religius, ketakwaan yang harus dijaga. Ini peran bupati, harus tahu dan punya langkah-langkah konstruktif untuk mencegah. Semua ini sebenarnya bisa dicegah kalau dilakukan dengan benar sejak awal,” ujarnya.
Lebih lanjut, Atong mengingatkan bahwa persoalan akun asusila tidak bisa dipandang sepele, mengingat dampak sosialnya yang luas, termasuk terhadap kesehatan masyarakat. Ia menyinggung data peningkatan angka HIV di Ngawi yang menurutnya terjadi cukup signifikan dari tahun ke tahun.
Atong berharap, dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat, ruang digital di Ngawi dapat menjadi lebih sehat, aman, dan selaras dengan nilai-nilai moral yang dijunjung bersama.(Ehr)






