Bahanafmngawi.com – Perebutan kursi Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi periode 2025-2030 semakin memanas. Kandidat wajib menjalani tes psikotes yang membuka babak baru dalam penentuan pimpinan partai berlambang banteng moncong putih tersebut.

Keenam nama yang bersaing adalah Dwi Rianto Jatmiko, yang juga menjabat Wakil Bupati Ngawi; Yuwono Kartiko, Ketua DPRD Ngawi; serta empat anggota DPRD setempat, yakni Feligia Agit, Heru Kusnindar, Bambang Saloko, dan Suradji.

Proses penjaringan yang ketat ini diawali dari rapat pleno Pimpinan Anak Cabang (PAC) di tingkat kecamatan. Dwi Rianto Jatmiko, yang akrab disapa Antok, menjelaskan bahwa psikotes adalah tahapan wajib yang harus dilalui para kandidat sebelum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) mengeluarkan rekomendasi.

” Psikotes menjadi tahapan wajib sebelum keluar rekomendasi dari DPP,” ujar Antok.

Ujian psikologi yang digelar pada Kamis (11/9) lalu ini menguji tujuh aspek berbeda, termasuk kepemimpinan, kepribadian, dan kompetensi para calon. Hasil tes ini akan menjadi salah satu pertimbangan utama DPP, di samping rekam jejak dan loyalitas kandidat.

” Keanggotaan, jejak karier di partai, dan juga mempertimbangkan hasil psikotes ini,” tambah Antok.

Dengan hasil psikotes sudah di tangan, keenam kandidat kini tinggal menunggu keputusan final dari DPP PDIP. Nantinya, hanya satu nama yang akan ditunjuk sebagai ketua, sementara susunan pengurus lainnya akan ditentukan oleh tim formatur.

Persaingan ini menarik perhatian mengingat dominasi PDIP di Ngawi. Pada Pemilu 2024, partai ini berhasil mengamankan 20 dari 45 kursi di DPRD Kabupaten Ngawi, menjadikannya kekuatan politik tak terbantahkan di wilayah tersebut.

Targetnya, proses ini akan tuntas pada Desember mendatang, namun Antok optimistis penetapan ketua bisa dilakukan lebih cepat yakni November 2025.(Ehr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini