Bahanafmngawi.com – Bupati Ony Anwar Harsono meluruskan informasi yang sempat menyebut Kabupaten Ngawi sebagai kota kotor. Ia menegaskan, berdasarkan hasil penilaian terbaru dalam indikator pengelolaan lingkungan, Ngawi saat ini sebenarnya berada pada kategori dalam pembinaan atau pelatihan, bukan masuk kategori kota kotor.
Ony menjelaskan bahwa dalam sistem penilaian kebersihan lingkungan terdapat beberapa tingkatan. Mulai dari kategori sangat kotor, kotor, pelatihan, hingga kota bersih dan Adipura. Dari hasil evaluasi terakhir, Ngawi memperoleh nilai sekitar 34 poin yang menempatkannya pada kategori pelatihan menuju peningkatan kualitas pengelolaan lingkungan.
“Kalau melihat indikator penilaiannya, posisi Ngawi itu bukan kota kotor. Saat ini kita masih berada pada kategori pelatihan dengan nilai sekitar 34 poin,” terang Ony.
Ia menambahkan, secara umum kondisi kebersihan di ruang publik maupun ruas jalan di wilayah Ngawi masih cukup terjaga. Namun ada beberapa aspek teknis yang memengaruhi penilaian, terutama pada sistem pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Menurut Ony, sistem pengolahan sampah berbasis sanitasi di TPA masih perlu ditingkatkan agar pengelolaan limbah bisa lebih optimal dan ramah lingkungan. Sistem tersebut juga memungkinkan pemanfaatan gas metana yang dihasilkan dari timbunan sampah.
Pemerintah Kabupaten Ngawi, lanjutnya, terus melakukan berbagai langkah pembenahan, mulai dari perbaikan sistem pengelolaan sampah hingga penguatan fasilitas pendukung, agar kualitas lingkungan semakin meningkat.(Ehr)






