Bahanafmngawi.com – Musim tanam tembakau 2026 di Kabupaten Ngawi membawa harapan baru bagi para petani. Prediksi kemarau yang berlangsung lebih panjang dipandang sebagai kondisi ideal untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas tanaman tembakau. Di tengah optimisme itu, petani menaruh perhatian besar pada satu persoalan krusial, yakni kepastian pasar saat panen tiba.
Melalui Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Ngawi, para petani meminta dukungan dari Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Tenaga Kerja (DPPTK) Ngawi agar dapat memfasilitasi kemitraan dengan industri pengolahan tembakau guna memperluas penyerapan hasil panen.
Ketua APTI Ngawi, Sojo, menyebut prospek tembakau tahun ini cukup menjanjikan. Kondisi cuaca yang diperkirakan lebih kering dinilai memberi keuntungan tersendiri bagi petani dalam menjaga pertumbuhan dan kualitas tanaman.
“Kalau kemarau berlangsung sesuai prediksi, peluang hasil panen bagus cukup besar. Petani sekarang lebih optimistis karena kondisi cuaca sangat mendukung budidaya tembakau,” kata Sojo.(02/06/2026)
APTI mencatat target luas tanam tembakau di Kabupaten Ngawi pada 2026 mencapai sekitar 2.000 hektare. Dengan rata-rata produktivitas 1,8 ton per hektare, total produksi diperkirakan menembus 3.600 ton bahkan berpotensi lebih tinggi.
Namun, besarnya potensi produksi itu belum sepenuhnya dibarengi dengan kesiapan pasar. Menurut Sojo, tantangan yang dihadapi petani saat ini bukan lagi pada teknik budidaya, melainkan keterbatasan akses pemasaran dan kemitraan industri yang masih minim.
Saat ini, kemitraan yang telah terjalin baru dengan PT Merabu yang siap menyerap hasil panen dari lahan sekitar 100 hektare. Jumlah tersebut dinilai masih jauh dari kebutuhan penyerapan jika target tanam 2.000 hektare dapat terealisasi.
Di sisi lain, tembakau tetap menjadi komoditas bernilai ekonomi tinggi bagi petani Ngawi. Harga tembakau rajang kering di tingkat petani berada pada kisaran Rp30 ribu hingga Rp60 ribu per kilogram, bahkan dapat lebih tinggi bergantung pada mutu daun dan permintaan pasar. Kondisi itu membuat petani berharap dukungan pemasaran dapat diperkuat agar potensi besar tembakau Ngawi tidak hanya menghasilkan panen melimpah, tetapi juga kesejahteraan yang lebih baik bagi petani.






