Bahanafmngawi.com – Sebanyak sekitar 286 keris milik warga Ngawi dipamerkan dalam Pagelaran dan Bursa Tosan Aji Bhumi Ngawi di Gedung Kesenian Pendopo Wedya Graha Ngawi, 16–18 Juli 2026. Pameran berlangsung pukul 09.00 hingga 22.00 WIB.

Panitia kegiatan, Farudin, mengatakan seluruh keris yang dipamerkan merupakan milik warga Ngawi, mulai dari pejabat daerah, camat hingga kepala desa.

“Pameran ini menjadi upaya menghidupkan kembali budaya Jawa. Keris bukan sekadar pusaka, tetapi bagian dari identitas dan warisan leluhur yang harus terus dijaga,” ujar Farudin.

Menurutnya, setiap keris yang dipamerkan telah melalui proses kurasi dengan sejumlah kriteria, seperti kondisi masih utuh dan tergolong keris sepuh. Menariknya, terdapat sejumlah keris ageman yang tidak boleh disentuh maupun dipegang orang lain sehingga diantar langsung oleh pemiliknya.

“Untuk keris tertentu, pemiliknya sendiri yang mengantar dan nantinya mengambil kembali karena ada pusaka yang memang tidak boleh diperlihatkan atau disentuh sembarang orang,” jelasnya.

Pameran ini sekaligus menjadi sarana edukasi dan pelestarian budaya agar masyarakat, khususnya generasi muda, semakin mengenal serta menghargai keris sebagai warisan leluhur Ngawi.

Farudin menegaskan, Pagelaran dan Bursa Tosan Aji Bhumi Ngawi tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga ruang edukasi dan pelestarian budaya agar generasi muda semakin mengenal warisan leluhur yang masih hidup di tengah masyarakat Ngawi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini