Bahanafmngawi.com – Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Ngawi terus menunjukkan perkembangan signifikan. Program pendidikan berkonsep asrama yang dibangun di Desa Karangtengah Prandon itu kini telah mencapai progres fisik 87 persen dan ditargetkan siap digunakan untuk kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada pertengahan Juli 2026.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Ngawi, M. Turnawan, mengatakan seluruh kebutuhan material pembangunan telah terpenuhi sehingga pengerjaan kini difokuskan pada tahap penyelesaian akhir.

“Secara fisik sudah mendekati rampung. Bangunan sekolah, asrama, dapur, dan fasilitas penunjang lainnya diperkirakan sudah bisa difungsikan pada akhir Juni ini,” ujarnya, Senin (22/6/2026).

Sekolah Rakyat Ngawi dibangun di atas lahan seluas 7,9 hektare dengan konsep kawasan pendidikan terpadu. Selain ruang belajar dan asrama, kompleks tersebut juga dilengkapi rumah guru, kantor, tempat ibadah, serta berbagai fasilitas umum lainnya. Penetapan siswa Sekolah Rakyat dijadwalkan 23 Juni 2026, dengan kuota awal 3 rombel berisi 30 siswa per kelas. Dari 49.772 calon penerima, terdata 1.559 sasaran, dan 219 di antaranya berminat di Ngawi.

Di sisi lain, proses penjaringan peserta didik baru masih terus berlangsung. Minat calon siswa untuk jenjang SMP dan SMA terbilang tinggi, masing-masing mencapai 90 dan 93 pendaftar. Namun, kondisi berbeda terjadi pada jenjang SD yang hingga kini baru diminati tiga calon siswa.

Menurut Turnawan, sistem boarding school menjadi salah satu faktor yang membuat orang tua masih ragu mendaftarkan anak usia dini ke Sekolah Rakyat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini