Bahanafmngawi.com – Harapan pedagang seragam sekolah di Pasar Besar Ngawi untuk meraih peningkatan penjualan menjelang tahun ajaran baru belum terwujud. Hingga H- beberapa hari sebelum siswa kembali masuk sekolah, suasana di los pakaian lantai dua masih terlihat sepi dengan aktivitas jual beli yang belum menunjukkan peningkatan signifikan.
Salah seorang pedagang, Betty, mengungkapkan bahwa musim penjualan tahun ini menjadi salah satu yang paling lesu dibandingkan beberapa tahun terakhir. Menurutnya, berkurangnya daya beli masyarakat membuat banyak orang tua memilih menunda pembelian atau berbelanja lebih hemat.
“Biasanya kalau sudah mendekati masuk sekolah, kios kami ramai dari pagi sampai sore. Tahun ini kondisinya berbeda, pembelinya masih sangat sedikit dan omzetnya turun cukup jauh,” ujar Betty, Rabu (8/7/2026).
Ia menuturkan, pada musim penerimaan siswa baru sebelumnya, pembeli eceran maupun grosir sudah berdatangan sekitar sepekan sebelum sekolah dimulai. Kini, transaksi yang terjadi sebagian besar hanya berasal dari pelanggan tetap yang memang sudah berlangganan.
Meski demikian, Betty tetap menyediakan berbagai kebutuhan seragam mulai tingkat SD, SMP, hingga SMA. Seragam SD masih menjadi produk yang paling banyak dicari dengan harga berkisar Rp90 ribu hingga Rp110 ribu per stel, menyesuaikan ukuran.
Kondisi serupa juga dirasakan Bu Herman, pedagang seragam lainnya di Pasar Besar Ngawi. Ia menilai antusiasme masyarakat berbelanja di pasar mengalami penurunan, meski lokasi kiosnya berada di area yang mudah dijangkau pengunjung.
“Suasananya belum seperti musim ajaran baru biasanya. Kemungkinan masyarakat sekarang lebih banyak membeli di toko modern atau lewat tempat lain, sehingga pembeli di pasar berkurang,” katanya.
Para pedagang berharap masyarakat mulai memadati pasar pada hari-hari terakhir menjelang dimulainya kegiatan belajar mengajar. Mereka optimistis masih ada peluang peningkatan penjualan meski tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya.






