Bahanafmngawi.com – Ratusan kios di Pasar Besar Ngawi hingga kini masih belum dimanfaatkan secara maksimal. Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Ngawi yang tengah menyiapkan berbagai langkah untuk mengembalikan aktivitas perdagangan, khususnya di lantai II yang menjadi area paling sepi.
Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Tenaga Kerja (DPPTK) Kabupaten Ngawi mencatat, dari total 1.196 kios dan los yang tersedia, sebanyak 930 unit masih aktif digunakan pedagang. Sementara 269 unit lainnya dalam kondisi tidak beroperasi dan sebagian besar berada di lantai II.
Saat ini, DPPTK melakukan pendataan dan evaluasi untuk mengetahui penyebab banyaknya kios yang tutup. Hasil sementara menunjukkan tidak sedikit kios yang hanya difungsikan sebagai tempat penyimpanan barang, sehingga tidak memberikan dampak terhadap geliat perdagangan di dalam pasar.
Kepala DPPTK Kabupaten Ngawi, Kusumawati Nilam Sulandrianingrum, mengatakan pemerintah tidak ingin kondisi tersebut terus berlarut-larut. Berbagai opsi tengah disiapkan, termasuk mengajak para pedagang berdiskusi guna menentukan langkah yang tepat.
“Kami ingin kawasan pasar kembali hidup. Karena itu, kami sedang menyusun konsep penataan bersama para pedagang agar kios yang selama ini kosong bisa dimanfaatkan lagi untuk kegiatan usaha. Harapannya, lantai II tidak lagi sepi dan mampu menarik lebih banyak pengunjung,” ujarnya (06/07/2026)
Tak hanya itu, Pemkab Ngawi juga membuka peluang bagi pelaku usaha baru untuk menempati kios yang belum terisi. Sejumlah sektor usaha, seperti penjualan telepon seluler, aksesori, hingga produk elektronik, diproyeksikan menjadi daya tarik baru agar aktivitas perdagangan tidak hanya terpusat di lantai dasar.
Dengan upaya tersebut, Pemerintah Kabupaten Ngawi berharap Pasar Besar Ngawi kembali menjadi pusat ekonomi yang ramai, meningkatkan pendapatan para pedagang, sekaligus mendukung optimalisasi penerimaan retribusi daerah.






