Bahanafmngawi.com – Jumlah murid baru jenjang Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Ngawi kembali menyusut pada pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Ngawi mencatat sebanyak 7.255 murid diterima di kelas I SD tahun ini, berkurang sekitar 80 anak dibandingkan tahun ajaran sebelumnya yang mencapai hampir 7.320 murid.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah Dikbud Kabupaten Ngawi, Zainal Fanani, mengatakan proses SPMB berlangsung tertib dan sesuai jadwal. Meski demikian, penurunan jumlah murid baru masih menjadi fenomena yang terus terjadi dari tahun ke tahun.

“Pelaksanaan SPMB berjalan lancar, tetapi jumlah murid yang masuk kelas I memang kembali berkurang. Angkanya turun sekitar 80 anak dibandingkan tahun lalu, dan tren ini sudah kami temui dalam beberapa tahun terakhir,” ujarnya, Rabu (8/7/2026).

Dari 502 SD yang ada di Kabupaten Ngawi, terdiri atas 471 SD negeri dan 31 SD swasta, tidak semua sekolah memperoleh jumlah murid yang ideal. Bahkan, SDN Rejomulyo 2 di Kecamatan Karangjati tidak menerima satu pun murid baru. Sementara itu, SDN Tempuran 3, SDN Patalan 4, dan SDN Jagir 2 masing-masing hanya mendapatkan dua murid baru. Sejumlah sekolah lainnya juga hanya mampu menerima tiga hingga lima murid.

Menurut Zainal, apabila dihitung secara keseluruhan, rata-rata setiap sekolah menerima sekitar 13 hingga 14 murid baru. Namun, angka tersebut belum mencerminkan kondisi di lapangan karena ada sekolah yang membuka lebih dari satu rombongan belajar, sementara sekolah lain hanya memiliki satu rombongan dengan jumlah murid yang sedikit.

“Kalau dirata-ratakan memang sekitar 13 sampai 14 murid setiap sekolah. Namun penyebarannya tidak sama karena ada SD yang membuka dua hingga tiga rombel, sedangkan ada juga yang jumlah murid barunya sangat minim,” jelasnya.

Untuk meningkatkan minat masyarakat menyekolahkan anak di SD negeri, Dikbud Ngawi terus memperkuat berbagai program pembentukan karakter. Program tersebut meliputi pembiasaan memberi salam kepada guru, pelaksanaan salat duha, hafalan surat-surat pendek, hingga pengembangan bakat dan minat murid melalui berbagai kegiatan di sekolah.

“Kami terus mendorong setiap sekolah memiliki ciri khas dan program unggulan sehingga semakin dipercaya masyarakat. Penguatan pendidikan karakter menjadi salah satu langkah yang terus kami lakukan sesuai arahan Bupati Ngawi,” katanya.

Zainal menilai berkurangnya murid baru dipengaruhi oleh menurunnya jumlah anak usia sekolah yang lulus dari taman kanak-kanak (TK). Kondisi tersebut secara langsung berdampak pada jumlah murid yang mendaftar ke jenjang SD setiap tahunnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini