Bahanafmngawi.com – Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Tenaga Kerja (DPPTK) Kabupaten Ngawi memastikan belum terjadi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor industri. Hingga pertengahan Juli 2026, hanya satu perusahaan yang melaporkan adanya pengurangan tenaga kerja, yakni PT GFT.
Kepala Bidang Ketenagakerjaan DPPTK Ngawi, Supriyadi, menjelaskan total terdapat 76 pekerja yang terdampak. Rinciannya, 36 merupakan karyawan tetap yang terdampak kebijakan efisiensi, sedangkan 40 lainnya merupakan pekerja kontrak yang masa kerjanya telah berakhir.
“Ini bukan PHK secara besar-besaran. Untuk pekerja kontrak memang sudah habis masa kontraknya, sedangkan karyawan tetap yang dikurangi berasal dari bagian nonproduksi karena perusahaan sedang melakukan efisiensi,” jelas Supriyadi.(21/07/2026)
Menurutnya, langkah efisiensi dilakukan karena target produksi perusahaan pada 2026 mencapai sekitar 60 ribu unit, sementara realisasi hingga awal Juli baru sekitar 15 ribu unit. Kondisi tersebut membuat perusahaan menyesuaikan kebutuhan tenaga kerja, terutama di luar lini produksi.
Meski demikian, perusahaan tetap memberikan kesempatan kepada sebagian pekerja untuk berpindah ke bagian produksi. Dari 36 karyawan tetap yang terdampak, sebanyak 16 orang telah dialihkan ke posisi baru.
Supriyadi menegaskan, hingga saat ini belum ada laporan serupa dari perusahaan lain di Kabupaten Ngawi. Bahkan, sejumlah industri baru justru mulai membuka lowongan pekerjaan, salah satunya perusahaan Sintek yang saat ini sedang melakukan rekrutmen melalui program pemagangan.
“Perusahaan-perusahaan baru mulai tumbuh dan membuka peluang kerja. Kami juga mendampingi proses rekrutmen agar tenaga kerja lokal mendapat prioritas. Dari sekitar 300 hingga 400 pendaftar asal Ngawi, nantinya akan dipilih 66 peserta untuk mengikuti program magang di Sintek,” ujarnya.
DPPTK Ngawi juga terus mendorong perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut agar mengutamakan masyarakat Ngawi dalam proses perekrutan. Sejumlah perusahaan bahkan telah berkomitmen memenuhi kebutuhan tenaga kerja dengan komposisi sekitar 70 persen berasal dari warga lokal.(Ehr)






