Bahanafmngawi.com – Musim kemarau mulai membawa dampak nyata bagi warga Kabupaten Ngawi. Puluhan kepala keluarga di Dusun Tambak Selo, Desa Banyuurip, Kecamatan Ngawi, kini mengalami kesulitan mendapatkan air bersih setelah sebagian besar sumur warga mengering sejak sekitar dua bulan terakhir.
Sedikitnya 25 hingga 30 kepala keluarga kini hanya mengandalkan dua sumur tua yang masih menyimpan air. Meski berada cukup jauh di pinggir permukiman, kedua sumur tersebut menjadi satu-satunya sumber air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Setiap pagi dan sore, warga terlihat berjalan menyusuri jalan setapak sambil membawa ember dan jeriken. Mereka harus bolak-balik beberapa kali demi mencukupi kebutuhan memasak, mandi, mencuci, hingga keperluan rumah tangga lainnya.
Salah seorang warga, Lilik, mengaku sumur di rumahnya sudah tidak lagi mengeluarkan air sejak awal musim kemarau. Akibatnya, ia bersama warga lain terpaksa bergantung pada sumur bersama yang masih memiliki debit air.
“Sudah hampir dua bulan kami hanya mengandalkan sumur ini. Air di rumah sudah habis,” ujar Lilik. (04/08/2026)
Dalam sehari, Lilik mengaku bisa lima hingga sepuluh kali mengambil air dari sumur tersebut agar kebutuhan keluarganya tetap terpenuhi. Warga pun berharap pemerintah segera menyalurkan bantuan air bersih sekaligus membangun sumur dalam sebagai solusi jangka panjang.
“Yang paling kami butuhkan sekarang bantuan air dan pembangunan sumur dalam,” tambahnya.
Kekhawatiran serupa juga disampaikan Suratno. Menurutnya, kondisi berpotensi semakin berat apabila musim kemarau berlangsung lebih lama. Saat ini saja puluhan keluarga sudah mulai terdampak karena hampir seluruh sumur warga mengering.
Suratno menjelaskan, pembangunan sumur dalam dinilai menjadi solusi paling efektif. Pasalnya, sumur dangkal mudah mengering saat kemarau, sedangkan sumur dengan kedalaman 60 hingga 80 meter justru menghasilkan air yang cenderung asin.






