Bahanafmngawi.com – Tahapan persiapan operasional Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Ngawi terus dimatangkan. Sebelum memasuki Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), sebanyak 227 calon siswa terlebih dahulu mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar di kompleks SMA Sekolah Rakyat Terintegrasi.

Skrining kesehatan tersebut menjadi langkah awal untuk memastikan seluruh peserta didik siap mengikuti proses pendidikan sekaligus mengidentifikasi lebih dini apabila terdapat kondisi kesehatan yang membutuhkan penanganan. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, meliputi kondisi fisik, tingkat kebugaran, kesehatan mata, telinga, gigi, pengukuran tinggi dan berat badan. Khusus bagi siswa jenjang SMP dan SMA, petugas juga melakukan pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) serta gula darah.

Pelaksanaan pemeriksaan melibatkan tenaga kesehatan dari puskesmas setempat agar hasil skrining dapat menjadi dasar pemantauan kesehatan setiap siswa sejak awal memasuki sekolah.

Person in Charge (PIC) Sekolah Rakyat Terintegrasi Kementerian Sosial, Syam Wuryani, menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan merupakan bagian penting dari rangkaian persiapan sebelum kegiatan belajar dimulai.

“Kami ingin seluruh siswa memulai pendidikan dengan kondisi kesehatan yang terpantau. Bila ada yang memerlukan perawatan atau ditemukan penyakit yang harus ditangani terlebih dahulu, proses pengobatan akan diprioritaskan. Setelah dinyatakan sehat, mereka tetap dapat mengikuti seluruh kegiatan belajar tanpa kehilangan hak sebagai peserta didik,” kata Syam. (30/07/2026)

Selain memastikan kesiapan para siswa, pembangunan fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi juga hampir selesai. Saat ini pekerjaan hanya menyisakan penyempurnaan beberapa ruang penunjang sebelum seluruh gedung siap digunakan secara penuh.

Data per 29 Juli 2026 mencatat jumlah calon siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi Ngawi mencapai 227 orang, terdiri atas 19 siswa tingkat SD, 92 siswa SMP, dan 116 siswa SMA. Dengan kesiapan fasilitas yang terus dikebut serta pemeriksaan kesehatan yang telah dilaksanakan, pemerintah menargetkan seluruh rangkaian persiapan rampung sehingga aktivitas belajar mengajar dapat dimulai sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini