Bahanafmngawi.com – Kawasan Taman Wisata Tawun, Desa Tawun, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi, mendadak dipadati ribuan orang saat tradisi Keduk Beji digelar. Ritual membersihkan sumber air yang telah diwariskan turun-temurun itu kini berkembang menjadi magnet wisata budaya sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi warga.
Keduk Beji menjadi momen bagi masyarakat untuk bersama-sama merawat Sendang Tawun. Di balik prosesi adatnya, tradisi ini menyimpan pesan tentang pentingnya menjaga sumber air dan lingkungan yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, menilai keberadaan Keduk Beji menunjukkan bahwa tradisi leluhur masih memiliki peran penting di tengah perkembangan zaman.
“Warisan seperti Keduk Beji harus terus dirawat karena di dalamnya ada pesan untuk menjaga alam sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat,” jelasnya (15/09/2026)
Upaya mempertahankan tradisi tersebut juga mendapat dukungan Pemkab Ngawi melalui Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Keramaian semakin terasa karena pelaksanaan Keduk Beji bersamaan dengan Pasar Jadoel yang digelar setiap Ahad Legi. Aneka makanan tradisional, nuansa tempo dulu, hingga rangkaian prosesi adat membuat Tawun menjadi tujuan wisata bagi masyarakat dari berbagai daerah.
Tak hanya warga Ngawi, wisatawan dari Madiun, Magetan, Bojonegoro hingga Surakarta turut datang. Dampaknya pun dirasakan para pelaku usaha yang berjualan di sekitar kawasan wisata.
Jumlah kunjungan yang biasanya berada di kisaran 200 hingga 400 orang per hari melonjak drastis saat Keduk Beji dan Pasar Jadoel berlangsung. Tercatat, sekitar 3.000 wisatawan memadati kawasan Taman Wisata Tawun.
“Ketika agenda budaya dan Pasar Jadoel digabungkan, daya tariknya jauh lebih besar. Pengunjung yang biasanya ratusan bisa meningkat sampai sekitar tiga ribu orang,” ungkapnya
Kepadatan wisatawan bahkan berlangsung hingga puncak acara berupa gunungan tumpeng. Momentum tersebut memperlihatkan bagaimana sebuah tradisi lokal dapat dikemas menjadi daya tarik wisata tanpa meninggalkan nilai budaya yang diwariskan leluhur.
Keduk Beji pun kini memiliki makna yang semakin luas: menjaga sumber air, merawat tradisi, memperkuat gotong royong, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di sekitar Taman Wisata Tawun.






