Bahanafmngawi.com – Harapan mengirim kerajinan kayu jati ke pasar Swedia dalam dua hari mendadak sirna. Produk mebel yang sudah rampung dikerjakan dan dikemas justru hangus dalam kebakaran di rumah produksi milik Suwardi, Desa Jenggrik, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Minggu malam.
Api membakar hampir seluruh bagian tempat produksi yang berada di kawasan wisata Tirta dan Kuliner Desa Jenggrik. Tumpukan kayu dan produk berbahan kayu membuat kobaran api cepat membesar, ditambah kondisi angin yang cukup kencang.
Empat mobil pemadam milik Pemkab Ngawi dikerahkan bersama satu unit pemadam dari Kodim 0805 Ngawi dan kendaraan suplai air BPBD. Petugas gabungan TNI-Polri juga diterjunkan untuk membantu proses pemadaman dan pendinginan.
Pemilik usaha, Suwardi (60), mengatakan api diketahui muncul dari area pengolahan kayu. Berdasarkan dugaan awal, sumber api berkaitan dengan puntung rokok yang dibuang oleh karyawan.
“Awalnya kami melihat api dari tumpukan kayu di ruang pengolahan. Dugaan kami, api dipicu puntung rokok yang masih menyala. Yang paling disayangkan, barang-barang yang terbakar sebagian besar sudah selesai dan tinggal dikirim,” ujar Suwardi.
Suwardi menyebut produk yang musnah bukan sekadar bahan baku. Sejumlah kerajinan telah dipacking dan dipersiapkan untuk memenuhi pesanan ekspor ke Swedia.
Akibat kebakaran tersebut, ia memperkirakan kerugian mencapai sekitar Rp1,3 miliar. Selain bangunan dan material produksi, pesanan yang telah siap dikirim juga ikut menjadi korban.
Petugas kemudian melakukan penyisiran dan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu api. Polisi juga masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran.
Kebakaran tersebut menjadi pukulan berat bagi usaha mebel setempat karena bukan hanya menghanguskan tempat produksi, tetapi juga memusnahkan produk bernilai ekonomi yang tinggal menunggu waktu untuk dikirim ke pasar luar negeri.






