Bahanafmngawi.com – Di tangan anak-anak hari ini, masa depan Indonesia ditentukan. Di Hari Anak Nasional 2025 ini, Ngawi menyerukan harapan besar: menciptakan generasi hebat, sehat, dan bebas dari perundungan menuju Indonesia Emas 2045.
Aipda Anny Toriqotun, Kanit PPA Satreskrim Polres Ngawi bersama Heri Suprapto, Kepala Bidang Perlindungan Anak DP3AKB Kabupaten Ngawi, menyampaikan pesan penting bagi seluruh anak Indonesia.
” Kami ucapkan Selamat Hari Anak Nasional! Semoga anak-anak Indonesia sehat selalu, panjang umur, dan terus tumbuh menjadi generasi hebat menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Aipda Anny.

Namun di tengah perayaan ini, keduanya juga menyoroti maraknya kasus perundungan yang masih terjadi di kalangan anak-anak, khususnya di lingkungan sekolah. Perundungan atau bullying dapat muncul dalam berbagai bentuk: mulai dari pelecehan sosial seperti fitnah dan gosip, verbal seperti ejekan dan ancaman, hingga fisik dan emosional seperti intimidasi dan kekerasan.
” Korban bullying, terutama di tingkat SMP, bahkan ada yang menjadi korban pencabulan. Dampaknya sangat serius, dari gangguan mental, kesehatan fisik, kecemasan, hingga depresi,” jelas Heri Suprapto.
Beberapa kasus terbaru bermula dari media sosial, di mana anak-anak diancam dengan rekaman tak senonoh untuk diperas. Di Ngawi, perundungan yang masuk ke polisi umumnya bersifat fisik, sementara DP3AKB mendampingi korban perundungan non fisik
Keduanya menegaskan pentingnya peran orang tua dan pihak sekolah untuk lebih peka, serta membangun komunikasi yang terbuka dengan anak. Mereka juga menggaungkan program “Raise and Speak – Berani Bicara, Selamatkan Sesama” sebagai langkah pencegahan dan penanganan kasus kekerasan anak.(Ehr)






