Bahanafmngawi.com – Pemerintah Kabupaten Ngawi merencanakan peningkatan anggaran penanggulangan bencana pada 2027 menjadi Rp500 juta. Nilai tersebut naik signifikan dibandingkan anggaran tahun 2026 yang hanya sebesar Rp160 juta.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ngawi, Prila Yuda Putra, mengatakan tambahan anggaran itu disiapkan untuk memperkuat penanganan bencana hidrometeorologi sekaligus melengkapi dokumen perencanaan kebencanaan.
Dari total anggaran yang direncanakan, Rp300 juta dialokasikan untuk penanganan bencana hidrometeorologi, mulai dari bencana akibat tingginya curah hujan hingga kekeringan. Sementara Rp200 juta lainnya digunakan untuk menyusun dokumen Rencana Penanggulangan Kedaruratan Bencana (RPKB) dan Rencana Kontingensi (Renkon) banjir.
Prila menjelaskan, kedua kebutuhan tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan daerah menghadapi berbagai potensi bencana.
“Penambahan anggaran ini kami arahkan untuk dua kebutuhan utama, yakni penanganan bencana hidrometeorologi dan penyusunan dokumen perencanaan agar langkah penanggulangan bencana di Ngawi semakin terarah,” ujarnya.
Menurutnya, penyusunan dokumen RPKB dan Renkon banjir juga diperlukan untuk mendukung peningkatan nilai Indeks Ketahanan Daerah (IKD). Dokumen tersebut menjadi salah satu landasan dalam memetakan kebutuhan serta menyiapkan langkah penanganan ketika bencana terjadi.
Dengan rencana kenaikan anggaran tersebut, BPBD Ngawi berharap upaya penanggulangan bencana dapat berjalan lebih optimal, baik dalam menghadapi ancaman musim hujan maupun mengantisipasi dampak kekeringan.






