Bahanafmngawi.com – Harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Ngawi meroket tajam dalam beberapa hari terakhir. Dari sebelumnya berkisar Rp40.000–Rp50.000 per kilogram, kini tembus hingga Rp100.000 per kilogram. Lonjakan ini terjadi akibat pasokan cabai yang semakin menipis di tengah cuaca ekstrem yang melanda wilayah pemasok.
Sunarti, pedagang di Pasar Besar Ngawi, mengungkapkan bahwa pasokan dari daerah penghasil seperti Trenggalek, Blitar, Kediri, dan Magetan mengalami penurunan drastis.
“Banyak petani yang gagal panen, jadi stoknya nggak sebanyak biasanya. Cabai yang masuk ke sini kebanyakan dari luar daerah, itu pun jumlahnya sedikit,” ujarnya (10/12/2025)
Tidak hanya cabai rawit yang melambung. Cabai keriting juga mengalami kenaikan dari Rp40.000 menjadi Rp80.000 per kilogram, sementara cabai besar naik dari Rp35.000 menjadi Rp55.000 per kilogram. Komoditas sayur lain turut terdampak, seperti terong yang kini Rp8.000 per kilogram dari sebelumnya Rp6.000, serta pare yang naik dari Rp9.000 menjadi Rp12.000 per kilogram.
Kurnia Rahmawati seorang pedagang sayur keliling juga merasakan imbas kenaikan harga cabai, banyak pelanggan yang memilih alternatif lain seperti menanam sendiri di pekarangan dan juga menggunakai cabai kering.
” Para Ibu Rumah Tangga itu lebih memilih beli cabai kering, daripada yang segar karena harganya naik terus,” ujarnya
Para pedagang menilai stok sayuran di pasar semakin terbatas. Beberapa pihak menduga kebutuhan bahan pangan segar meningkat seiring pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis, sehingga memperketat ketersediaan di pasar.
Kenaikan harga ini dikeluhkan baik pedagang maupun pembeli. Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga agar beban masyarakat tidak semakin berat.(Ehr)






