Puji (56), warga Desa Kedungmiri, Karangjati, Ngawi, ditemukan meninggal dunia di bawah Jembatan Samben pada Jumat siang (25/4) sekitar pukul 12.30 WIB.

Dugaan sementara menyebutkan ia mengakhiri hidupnya karena mengalami stres berat, terkait kesulitan membayar biaya pengobatan kakaknya, Purwadi, yang sedang dirawat di RSUD dr. Soeroto Ngawi akibat tetanus.

Menurut tetangga korban, Santoso (54), Puji telah seminggu menemani kakaknya di rumah sakit dan terlihat sangat tertekan dengan kondisi tersebut. Sebelum kejadian, saksi mata melihat adanya sepasang sendal dan botol minuman di atas jembatan setinggi 13 meter tersebut.

“ Menurut saya depresi karena kakaknya sakit tetanus di RSU Ngawi,” ujar Santoso

Kapolsek Karangjati, AKP Sugeng Wahyudi, menyatakan tidak ada saksi langsung yang melihat kejadian, tetapi lokasi penemuan jasad menunjukkan korban lompat dari jembatan sedalam 13 meter. Dari hasil keterangan pihak tetangga dan keluarga korban, sebab korban nekat mengakhiri hidupnya karena depresi tidak mampu menanggung beban ekonomi karena kakaknya sakit.

“ Konidisi muka berdarah, diduga mengalami depresi karena kakak kandungnya dirawat di Rumah Sakit. Jembatan memiliki ketinggian kurang lebih 13 meter,” ujar AKP Sugeng

Jasad korban telah dievakuasi ke RSUD dr. Soeroto untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kasus ini mendapat perhatian publik sebagai gambaran tragis tekanan hidup yang dialami korban, terutama dalam menghadapi kesulitan ekonomi dan kesehatan keluarga.(Ehr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini