Bahanafmngawi.com – Menjelang Idul Adha 1446 H, Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Ngawi gencar memeriksa kesehatan hewan kurban di pasar hewan setempat. Fokus utama tertuju pada sapi dan kambing yang akan dijual untuk kurban.

Tim gabungan, termasuk dokter hewan, melakukan pemeriksaan antemortem mengecek perilaku dan fisik hewan sebelum disembelih. Hewan yang sakit langsung ditangani, sedangkan yang tidak layak kurban dilarang dijual.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (DPP) Ngawi, Eko Yudho Nurcahyo, menyebut penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) masih diwaspadai, namun kasus PMK sudah mereda. Karena itu, lalu lintas ternak tetap dibuka tanpa pembatasan.

“ Kita sudah melakukan pemantauan pedagang, pengepul. Dan alhamdulillah semuanya sehat, karena kita kalau mantau juga membawa para dokter hewan, jadi kalau ada yang sakit langsung ditangani,” ujar Eko Yudho (20/05/2025)

Selain pasar, pemeriksaan juga dilakukan langsung ke kandang warga. Bahkan setelah penyembelihan, petugas akan mengecek organ dalam hewan (postmortem) demi menjamin daging aman dikonsumsi.

“ Kalau memang tidak layak kita beritahu ke pengepul untuk tidak dijual,” ujarnya

Langkah ini menjadi komitmen DPP Ngawi untuk mendukung kurban yang sehat, aman, dan sesuai syariat.(Ehr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini