Bahanafmnngawi.com – Ratusan pasang mata memadati Studio New Star Cineplex (NSC) Ultima Ngawi pada Selasa sore. Mereka antusias mengikuti acara pemutaran khusus (special screening) film layar lebar terbaru yang paling ditunggu-tunggu tahun ini, Piye To Kih?.

Acara nonton bareng (nobar) ini terasa semakin istimewa karena dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, atau yang akrab disapa Mas Antok. Tidak sendiri, Mas Antok hadir bersama jajaran awak media dan masyarakat setempat untuk mengapresiasi langsung karya kreatif lokal tersebut.

Film garapan Miracle Pictures ini merupakan kolaborasi sinematik yang menggandeng para komedian legendaris dari Woko Channel, seperti Mukidi, Gendut, dan Penyok. Menyuguhkan kisah romansa komedi supranatural tentang petualangan cinta beda alam dan beda keyakinan, sinema ini sukses mengocok perut penonton sepanjang pemutaran.

Ditemui usai penayangan, Wakil Bupati Ngawi Mas Antok memberikan apresiasi yang luar biasa. Menurutnya, film berbahasa Jawa ini tidak hanya sekadar menyajikan lelucon yang segar dan menghibur, tetapi juga memuat banyak nilai kehidupan yang menyentuh.

“Film Piye To Kih? ini sangat luar biasa. Di balik komedinya yang menghibur khas Woko Channel, ada banyak pesan moral mendalam yang disampaikan. Khususnya tentang pentingnya membenahi diri, keikhlasan, perjuangan hidup, hingga bagaimana kita harus tetap mempertahankan jati diri. Ini adalah karya kreatif daerah yang sangat layak didukung,” ungkap Mas Antok dengan bangga.

Kekuatan cerita film ini kian kokoh berkat sentuhan emosional dari untaian musiknya. Musisi kenamaan Lek Dahlan didapuk sebagai penggarap sekaligus pengisi Original Soundtrack (OST) resmi film ini dengan melahirkan empat lagu andalan, yaitu Sigaran Nyowo, Kelangan, Gemati, dan lagu tema utama Piye To Kih?.

Di sela-sela agenda promosi, Lek Dahlan menceritakan tantangan besar yang ia hadapi di balik proyek ini. Ia mengakui sempat kurang percaya diri karena sempat vakum dari industri musik selama hampir empat tahun sebelum akhirnya kembali untuk menggarap proyek film layar lebar ini.

“Tantangan utamanya adalah bagaimana menerjemahkan kisah cinta unik antara manusia dengan sosok dari alam yang berbeda ke dalam lirik lagu. Proses pengerjaan keempat lagu ini memakan waktu sekitar tiga bulan. Kami sangat berharap, deretan musik ini mampu memperkuat dinamika emosi penonton—mulai dari tertawa lepas hingga momen yang menyentuh hati,” tutur Lek Dahlan penuh harap.

Antusiasme serupa juga diungkapkan oleh para warga yang beruntung bisa menyaksikan film ini lebih awal. Nia, salah satu warga asal Klitik yang ikut menonton, mengaku sangat terhibur oleh alur cerita yang disajikan.

“Lucu banget! Dari awal sampai akhir bioskop isinya ketawa terus karena tingkah kocak Mukidi dan teman-temannya. Tapi uniknya, di bagian akhir ceritanya justru bikin terharu dan penuh makna tentang cara menghargai potensi diri. Saya berharap semua warga Ngawi dan sekitarnya nanti melu (ikut) menonton kalau sudah rilis resmi,” ujar Nia penuh semangat.

Rangkaian pemutaran khusus di NSC Ngawi ini merupakan bagian dari agenda roadshow promosi film ke 17 kota di Indonesia sebelum resmi dilepas ke pasar luas. Bagi masyarakat yang belum sempat menyaksikan keseruannya sore tadi, film “Piye To Kih?” dijadwalkan akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 19 November 2026. (Ehr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini