Bahanafmngawi.com – Kekeringan di Kabupaten Ngawi diperkirakan masih berlanjut hingga akhir tahun. Berdasarkan pembaruan BMKG, musim hujan diprediksi baru tiba pada Desember 2026 dan berlangsung hingga Februari 2027.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan hal itu saat menyalurkan bantuan penanganan kekeringan di Dusun Gagan, Desa Kenongorejo, Kecamatan Bringin, Rabu (21/10/2026). Mundurnya prediksi hujan membuat upaya pemenuhan air bersih bagi warga perlu terus diperkuat.

“Awalnya hujan diharapkan turun pada Oktober, tetapi prediksi terbaru BMKG bergeser ke Desember. Karena itu, penanganan kekeringan harus kita siapkan lebih matang,” ujar Khofifah.

Ia menyebut, 25 wilayah di Jawa Timur terdampak kekeringan, dengan 24 wilayah di antaranya berstatus darurat. Sementara itu, modifikasi cuaca belum bisa dilakukan tanpa dukungan pergerakan awan.

Di Ngawi, bantuan senilai Rp307 juta disalurkan berupa dukungan distribusi air bersih, 420 jeriken, 25 tandon air, dan 200 terpal.

Dampak kekeringan dirasakan warga Dusun Gagan. Rusmini mengungkapkan, sumur-sumur di wilayahnya mulai mengering sejak April sehingga warga bergantung pada pasokan air bersih setiap dua hari sekali.

“Sudah sejak April sumur kami kering. Untuk kebutuhan sehari-hari, kami menunggu kiriman air yang datang dua hari sekali,” ungkapnya.

Kekeringan juga terlihat di Waduk Pondok yang sebagian arealnya mengering. Lahan yang muncul akibat surutnya air bahkan dimanfaatkan warga untuk menanam padi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini