Bahanafmngawi.com – Terjangan cuaca ekstrem mengguncang Kabupaten Ngawi, pada Rabu siang 22 April 2026 ketika angin puting beliung dan hujan deras datang hampir bersamaan di Desa Semen, Kecamatan Paron. Dalam hitungan menit, puluhan rumah warga porak-poranda, sementara akses jalan alternatif sempat lumpuh akibat luapan air sungai kecil di wilayah tersebut.

Angin berkecepatan tinggi menyapu area permukiman, merobek atap rumah hingga menumbangkan pepohonan. Kepanikan sempat terjadi, namun di tengah situasi itu warga justru bahu-membahu mengevakuasi sebuah mobil yang rusak parah tertimpa pohon, sebagaimana terekam dalam video amatir yang beredar.

Sejumlah rumah mengalami kerusakan cukup serius, bahkan ada kanopi yang terlepas dan terhempas beberapa meter dari bangunan. Sementara itu, kerusakan lain didominasi genting yang beterbangan dan jatuh akibat terpaan angin. Kepala Desa Semen, Suyanto, menyebut fenomena tersebut berlangsung singkat namun berdampak besar.


“Anginnya berputar dan sangat kencang. Kejadiannya memang tidak lama, sekitar 15 menit saja, tapi kerusakannya cukup banyak, terutama di wilayah RT 03/RW 18,” ungkapnya.

Di waktu yang hampir bersamaan, hujan dengan intensitas tinggi juga memicu banjir luapan. Jalan penghubung alternatif desa tak bisa dilalui karena tertutup genangan air dari anak sungai yang meluap. Menurut Suradji, kondisi tersebut dipicu kiriman air dari wilayah hulu yang melebihi kapasitas sungai.


“Air datang dari atas cukup besar, sementara sungainya kecil, jadi tidak mampu menampung dan akhirnya meluap ke jalan,” jelasnya.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Menjelang sore, air mulai surut dan warga bersama aparat langsung bergerak membersihkan sisa-sisa kerusakan. Peristiwa ini menjadi pengingat akan potensi cuaca ekstrem yang dapat datang tiba-tiba dan berdampak luas bagi masyarakat.(Ehr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini