Bahanafmngawi.com – Pelemahan nilai tukar rupiah dalam beberapa waktu terakhir mulai berdampak pada kenaikan harga kebutuhan pokok di masyarakat. Sejumlah komoditas seperti beras, minyak goreng, hingga bahan pangan berbasis impor mengalami kenaikan harga.
Kondisi tersebut mendapat perhatian dari Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Ir. Budi Sulistyono atau Kanang. Legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Timur VII itu menilai pemerintah perlu segera mengambil langkah konkret untuk meringankan beban masyarakat.
“Situasi saat ini memang harus kita antisipasi. Negara harus hadir, dalam artian bagaimana meringankan beban masyarakat,” ujar Kanang saat sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Desa Banyubiru, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, Sabtu (9/5/2026).
Menurutnya, kenaikan harga sembako tidak bisa dianggap sepele karena berdampak langsung terhadap daya beli, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah.
“Kalau harga sembako melambung, yang paling terdampak adalah dapur rakyat kecil,” katanya.
Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur itu mendorong pemerintah untuk kembali menggencarkan operasi pasar guna menstabilkan harga kebutuhan pokok.
“Terutama beras agar tidak naik, karena stabilisatornya pemerintah melalui Bulog. Termasuk minyak goreng dan gula, negara harus hadir,” tegasnya.
Kanang menilai, gejolak harga pangan saat ini tidak terlepas dari dinamika geopolitik global yang turut memengaruhi kondisi ekonomi nasional, termasuk tekanan terhadap APBN.
“Kalau kebutuhan pokok bisa dijaga tetap stabil, gejolak di masyarakat juga bisa diredam,” ujarnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan para pejabat publik, termasuk kepala daerah, untuk menerapkan gaya hidup sederhana sebagai bentuk empati terhadap kondisi masyarakat.
“Saya selalu mengingatkan agar pejabat publik hidup sederhana. Tunjukkan solidaritas kepada masyarakat, itu yang paling penting,” tandasnya.
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan tersebut diikuti puluhan warga Desa Banyubiru. Dalam kesempatan itu, Kanang juga berdialog dengan masyarakat terkait kondisi ekonomi dan tantangan yang dihadapi saat ini.






