Bahanafmngawi.com — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Ngawi terus memacu percepatan pemeliharaan serta penataan infrastruktur jalan dan jembatan di seluruh wilayah kabupaten. Upaya ini dilakukan untuk menjaga konektivitas antarwilayah serta menunjang percepatan ekonomi masyarakat lokal.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Ngawi, Muhammad Fauzi Amir Rahman, menjelaskan bahwa capaian kemantapan jalan kabupaten pada tahun 2025 telah menyentuh angka 96,78 persen. Angka tersebut menjadi pijakan kuat pemerintah daerah untuk terus menggenjot perbaikan di tahun anggaran berjalan.

“Tingkat kemantapan jalan terus diproyeksikan meningkat seiring berjalannya sejumlah paket rekonstruksi dan pemeliharaan berkala di titik-titik strategis,” ujar Fauzi saat menjadi narasumber dalam dialog interaktif di Radio Bahana FM. Rabu ( 08/07/2026).

Dalam menentukan prioritas penanganan jalan, Dinas PUPR Ngawi mengombinasikan hasil survei lapangan secara berkala, pemetaan kebutuhan wilayah, serta aduan warga melalui aplikasi pelaporan internal. Sektor-sektor produktif seperti jalur distribusi pertanian, akses pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga objek pariwisata menjadi fokus utama pengalokasian anggaran.

Fauzi demikian panggilan akrab Kabid Bina Marga PUPR Ngawi menambahkan beberapa paket pekerjaan utama yang tengah direalisasikan antara lain:

  • Rekonstruksi Jalan: Menjangkau ruas Kandangan–Kerawut, Tambakromo–Campurasri, Kendung–Pojok, serta Duwet–Gembol.
  • Pemeliharaan Berkala: Meliputi ruas Keras–Kayut, Kayut–Widodaren, Randusongo–Majasem, hingga Gendingan–Payak.
  • Infrastruktur Jembatan: Pelaksanaan penggantian fisik dan perawatan rutin, salah satunya pada Jembatan Tungkul.

Kawasan Ngawi bagian selatan, khususnya koridor Keras hingga Majasem, mendapat perhatian khusus mengingat perannya sebagai urat nadi pengangkutan hasil bumi warga sekaligus jalur utama menuju kawasan wisata alam lereng Gunung Lawu.

Guna menjamin ketepatan waktu serta mutu pengerjaan, skema manajemen proyek diterapkan secara ketat. Pihak Bina Marga mengoptimalkan pengerjaan fisik selama musim kemarau serta memperketat pengawasan teknis di lapangan.

Selain mengandalkan APBD rutin, Dinas PUPR Ngawi juga membuka ruang partisipasi publik melalui skema gotong royong pemeliharaan jalan kawasan perdesaan.

“Jika ada ruas jalan kabupaten yang belum masuk anggaran utama tahun ini tetapi masyarakatnya siap berswadaya, Pemkab Ngawi siap memfasilitasi kebutuhan bahan material seperti batu, pasir, paving, atau aspal. Pihak desa cukup bersurat secara resmi yang diketahui oleh Kepala Desa setempat,” jelas Fauzi.

Meningkatnya kualitas mulusnya akses jalan di Ngawi rupanya membawa tantangan baru, yakni meningkatnya potensi kecelakaan akibat pengemudi memacu kendaraan melampaui batas kecepatan.

Merespons kondisi tersebut, Dinas PUPR berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memperlengkap marka jalan, memasang fasilitas pengendali kecepatan (traffic calming), serta menggencarkan edukasi keselamatan berkendara kepada masyarakat.

“ Diperbaiki atau tidak pasti ada masalah baru, jadi tinggal pribadi sendiri terkait dari pemanfaatan jalan raya,” tegasnya.

Pihak PUPR mengimbau seluruh pengguna jalan untuk turut menjaga fasilitas infrastruktur yang ada dan aktif melaporkan setiap potensi kerusakan jalan agar dapat segera ditangani oleh tim pemeliharaan teknis di lapangan.(Ehr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini